Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (EPA-EFE)
Iran Siap Akhiri Perang Jika Ada Jaminan Perang Tak Akan Terulang
Willy Haryono • 1 April 2026 07:49
Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya memiliki keinginan untuk mengakhiri perang dengan Israel dan Amerika Serikat, dengan syarat adanya jaminan bahwa konflik tidak akan terulang di masa mendatang.
“Kami memiliki kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri konflik ini, dengan syarat kondisi-kondisi penting terpenuhi, terutama jaminan yang diperlukan untuk mencegah terulangnya agresi,” ujar Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, Selasa, menurut pernyataan resmi pemerintah Iran.
Pernyataan tersebut menegaskan kembali tuntutan utama Teheran di tengah upaya diplomatik menghentikan konflik.
Menanggapi rencana 15 poin yang diajukan Amerika Serikat pekan lalu untuk mengakhiri perang, Iran mengajukan proposal tandingan lima poin. Proposal itu mencakup penghentian “agresi” serta pembentukan mekanisme yang menjamin Israel dan Amerika Serikat tidak kembali berperang, lapor media Iran.
“Solusi untuk menormalkan situasi adalah penghentian serangan agresif mereka,” kata Pezeshkian, dikutip dari TRT World, Rabu, 1 April 2026.
Dalam kesempatan itu, Pezeshkian juga memperingatkan bahwa setiap “intervensi” eksternal dalam konflik akan membawa “konsekuensi serius”. Ia mengkritik sikap Eropa yang dinilai diam terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel.
Ia menyebut sikap tersebut “tidak konsisten dengan klaim hak asasi manusia” Uni Eropa dan mendesak negara-negara Eropa untuk “menyelaraskan kebijakan mereka dengan hukum internasional."
Sementara itu, Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyatakan bahwa Eropa “tidak mendukung serangan terhadap Iran” dan menyampaikan kekhawatiran atas dampak global konflik tersebut. Ia menyerukan de-eskalasi dan kembali ke jalur diplomasi.
Perang Iran Melawan AS dan Israel
Di sisi lain, Iran melaporkan bahwa sedikitnya 249 perempuan dan 216 anak-anak tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel sejak konflik dimulai bulan lalu.Seluruh korban disebut sebagai warga sipil, termasuk 17 anak di bawah usia lima tahun, menurut juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani dalam pernyataan yang dikutip kantor berita IRNA.
Ia juga menyebut serangan terhadap infrastruktur sipil menyebabkan korban tambahan, termasuk di fasilitas sumber daya alam dan pusat amal di kota Fardis, Iran tengah, yang menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya.
Mohajerani menyatakan serangan tersebut menargetkan lebih dari 105.000 lokasi sipil di seluruh Iran, termasuk puluhan ribu bangunan di Teheran yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, Palang Merah Iran melaporkan lebih dari 113.000 lokasi sipil, termasuk rumah, sekolah, dan fasilitas komersial, mengalami kerusakan akibat serangan.
Organisasi tersebut menyebut 90.063 rumah, 21.059 fasilitas komersial, 760 pusat pendidikan, serta 18 fasilitas Palang Merah terdampak. Tiga helikopter bantuan juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Sejak 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran yang menurut otoritas setempat telah menyebabkan ribuan korban jiwa.
Baca juga: Presiden Iran Serukan Negara Teluk Tak Fasilitasi Operasi Militer Musuh