Jasad Bayi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan di TPU Susukan Jaktim

Petugas melakukan olah TKP penemuan mayat bayi yang terbungkus plastik hitam di TPU Kukus, Jaktim. Foto: Antara.

Jasad Bayi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan di TPU Susukan Jaktim

Anggi Tondi Martaon • 18 June 2026 16:50

Jakarta: Warga digegerkan dengan penemuan jasad bayi perempuan di area Tempat Pemakaman Umum Islam Susukan, Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim). Jasad bayi tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik hitam.

"Sekitar pukul 08.30 WIB, saya ditelepon warga yang melaporkan adanya mayat bayi. Setelah itu, warga juga melaporkan ke Bhabinkamtibmas, dan kami langsung menuju lokasi," kata Ketua RW setempat Wahyu, dikutip dari Antara, Kamis, 18 Juni 2026. 

Dia menjelaskan penemuan jasad bayi itu berawal saat seorang warga mencium bau menyengat yang berasal dari area pemakaman. Warga kemudian mengecek sekitar lokasi untuk menjawab kecurigaan. 

Lalu, ditemukan sebuah bungkusan plastik hitam yang tergeletak di area makam. Saat warga mendekat, mereka terkejut mengetahui isi bungkus tersebut merupakan jasad seorang bayi.

"Saat kami tiba sekitar pukul 09.00 WIB, anggota Bhabinkamtibmas, warga, dan petugas Polsek Ciracas sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP)," ujar Wahyu.

Pihak kepolisian melakukan proses pemeriksaan awal untuk mengungkap identitas bayi dan mencari petunjuk pihak yang membuang bayi tersebut. Tim forensik juga datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad bayi itu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kondisi jasad sudah membusuk. Diperkirakan, bayi tersebut meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan. 

Ilustrasi. Foto: Medcom.id.

"Kurang lebih 2-3 hari meninggal sebelum ditemukan warga, karena sudah membusuk, mengeluarkan bau, dikerumuni lalat. Sekarang, kami masih menunggu lebih lanjut hasil penyelidikan Polres Metro Jakarta Timur. Kasus ini ditangani Polsek Ciracas," ucap Wahyu.

Wahyu menyebut pihak RW bersama pengurus lingkungan akan melakukan pendataan dan koordinasi dengan para ketua RT dan kader wilayah setempat. Langkah tersebut untuk mencari informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.

Wahyu berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku yang bertanggung jawab atas pembuangan bayi tersebut. 

(Anggi Tondi)