Antrean Truk di Pelabuhan Ketapang Menuju Bali Mengular hingga 30 Km

Antrean panjang kendaraan truk tronton dan truk ekspedisi yang akan menyeberang ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang. (Metro TV/ Andi Himawan)

Antrean Truk di Pelabuhan Ketapang Menuju Bali Mengular hingga 30 Km

Andi Himawan • 4 September 2026 19:56

Banyuwangi: Antrean panjang kendaraan truk tronton dan truk ekspedisi yang akan menyeberang ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, mengular hingga 30 kilometer.

General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Media Syahrianto menjelaskan tiga kapal bantuan dioperasikan dengan menerapkan skema TBB (tiba-bongkar-berangkat) untuk mempercepat proses bongkar muat dan mempersingkat waktu sandar kapal.

"Skema TBB ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas layanan sekaligus mempercepat pergerakan kendaraan secara bertahap," katanya, seperti dilansir Antara, Jumat, 4 September 2026. 


Tiga kapal feri berkapasitas besar itu yakni KMP Atayana dan KMP Portlink VII menerapkan pola TBB di Pelabuhan Gilimanuk (Bali). Sedangkan KMP Liputan XII menerapkan pola TBB di Dermaga LCM (Ketapang/Banyuwangi).

"Langkah ini kami optimalkan untuk mempercepat proses pelayanan dan membantu mengurai kepadatan kendaraan secara bertahap," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Metro TV, sejumlah truk terlihat mengantre di pintu masuk Pelabuhan Ketapang. Truk-truk tersebut mengantre untuk menuju area parkir dan menunggu giliran masuk ke kapal.

Sementara di luar area pelabuhan, truk berukuran besar masih mengantre di sisi jalan sepanjang jalur Banyuwangi-Situbondo.


Truk besar mengantre di sisi jalan sepanjang jalur Banyuwangi-Situbondo. (Metro TV/ Andi Himawan)

Salah satu sopir truk, Supii, mengatakan dirinya mulai mengantre sejak pukul 01.00 WIB dini hari. Hingga siang hari, truknya belum juga menyeberang ke Bali dan masih berada dalam antrean.

Ia mengaku belum mengetahui kapan dapat menyeberang karena truknya juga belum masuk ke jalur penampungan. "Belum tau. Masih tampungan lagi banyak di sana," ucapnya.

Masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk diimbau menyesuaikan rencana perjalanan. Pengguna jasa juga diminta mengantisipasi waktu tempuh yang lebih panjang dari kondisi normal.

Selain itu, pengguna jasa diharapkan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran, ketertiban, dan keselamatan selama proses antrean dan penyeberangan.

(Silvana Febiari)