Ilustrasi emas batangan. Foto: bullionvault.com
Harga Emas Hari Ini Berpotensi Naik, Simak Proyeksinya
Eko Nordiansyah • 4 November 2026 11:06
Jakarta: Harga emas dunia atau XAUUSD berpeluang melanjutkan penguatan setelah menunjukkan respons positif ketika menguji area support penting. Meskipun pergerakan logam mulia masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat, munculnya tekanan beli di area teknikal tertentu membuka peluang bagi harga emas untuk membentuk momentum pemulihan dalam jangka pendek.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit melihat, pada timeframe H4, harga emas mengalami rejection kuat ketika memasuki zona support USD3.895–USD3.917. Respons tersebut mengindikasikan adanya minat beli yang cukup kuat di area tersebut, sehingga zona ini berpotensi menjadi pijakan bagi pergerakan harga selanjutnya.
"Kondisi tersebut membuka peluang terbentuknya pola ABC Correction ke arah atas," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 November 2026.
Dalam skenario ini, ia mengatakan, harga emas berpotensi melanjutkan fase pemulihan selama mampu mempertahankan posisinya di atas area support USD3.895–USD3.917. Apabila momentum kenaikan tetap terjaga, XAUUSD berpeluang menguji resistance terdekat pada kisaran USD3.997–USD4.021.
Geraldo menilai, kemampuan harga bertahan di atas zona support tersebut menjadi faktor penting untuk mengonfirmasi peluang penguatan. Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali meningkat dan harga menembus area support, skenario pemulihan perlu dievaluasi karena risiko pelemahan lanjutan dapat kembali terbuka.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Unplash)
Pergerakan emas dipengaruhi 2 sentimen berlawanan
Mengutip rangkuman MarketScreener, penurunan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang dapat memberikan dukungan bagi logam mulia. Harga minyak yang lebih rendah berpotensi meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi, sehingga mengurangi tekanan bagi Federal Reserve atau The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah atau tidak terlalu ketat umumnya dapat mendukung harga emas. Hal ini karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga daya tariknya cenderung meningkat ketika prospek suku bunga bergerak lebih rendah.
Namun, peluang penguatan emas masih menghadapi tantangan dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kedua faktor tersebut dapat meningkatkan biaya peluang dalam memegang emas dan membatasi ruang kenaikan harga.
"Pasar juga masih memperhitungkan kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga pada Desember, yang berpotensi menjaga daya tarik dolar AS," kata dia.
Dalam waktu dekat, ia menyebut, investor akan mencermati hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat serta rilis data ketenagakerjaan AS. Kedua agenda tersebut berpotensi memberikan petunjuk tambahan mengenai kondisi ekonomi dan arah kebijakan moneter The Fed.
Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental, Dupoin Futures melihat peluang pemulihan harga emas masih terbuka selama support USD3.895–USD3.917 mampu dipertahankan. Area USD3.997–USD4.021 menjadi target resistance yang perlu diperhatikan.
"Sementara perkembangan dolar AS, imbal hasil obligasi, dan ekspektasi kebijakan The Fed berpotensi menentukan keberlanjutan momentum kenaikan," ungkap dia.