Sosok di Balik Solaria, Aliuyanto Bangun Restoran dari Nol hingga Punya Ratusan Gerai

Ilustrasi Solaria. Foto: Grab

Sosok di Balik Solaria, Aliuyanto Bangun Restoran dari Nol hingga Punya Ratusan Gerai

Eko Nordiansyah • 12 October 2026 14:42

Jakarta: Solaria dikenal sebagai restoran yang menyajikan beragam menu, mulai dari nasi goreng, fuyunghai, hingga kwetiau. Jaringan restoran ini telah berkembang dengan lebih dari 200 gerai yang tersebar di 31 provinsi dan 55 kota besar di Indonesia.

Di balik perkembangan bisnis tersebut, terdapat sosok pengusaha Aliuyanto yang merintis Solaria dari awal.

Berawal dari keputusan keluar dari pekerjaan

Aliuyanto merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1985. Sebelum terjun ke bisnis kuliner, ia bekerja di sebuah perusahaan swasta selama lima tahun.

Dikutip dari laman resmi UGM, Aliuyanto memutuskan keluar dari pekerjaannya karena merasa tidak memiliki cukup tantangan untuk mengembangkan potensi diri. Meski telah memiliki penghasilan, tabungan dari hasil bekerja selama lima tahun itu belum cukup untuk membiayai usaha yang ingin dirintisnya.

Namun, kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk memulai bisnis restoran pada 1991.

(Ilustrasi logo Solaria. Foto: Dok istimewa)

Solaria mulai dikenal pada 1995

Solaria mulai dikenal pada 1995. Pada awal usaha, Aliuyanto hanya mempekerjakan empat karyawan. Sekitar 20 tahun kemudian, bisnisnya berkembang hingga memiliki ribuan karyawan.

Kini, Solaria memiliki lebih dari 200 gerai di 31 provinsi dan 55 kota besar di Indonesia. Aliuyanto menerapkan prinsip bahwa setiap hambatan harus diatasi dengan ilmu dan kemampuan untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya.

Makna nama dan logo Solaria

Nama Solaria berasal dari kata Latin solar yang berarti matahari. Sementara itu, logo berbentuk bulat melambangkan kesinambungan, bumi, dan tidak adanya sisi tajam yang dapat menyakiti.

Dirintis pada 1991 oleh Aliuyanto, Solaria kini berkembang menjadi jaringan restoran dengan ratusan gerai di Indonesia. (Hasri Khairunnisa)

(Eko Nordiansyah)