Kemenag Dorong Penguatan Peran Komite Madrasah dalam Pendidikan

Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama, Nyayu Khodijah. Dok. Istimewa

Kemenag Dorong Penguatan Peran Komite Madrasah dalam Pendidikan

Misbahol Munir • 20 October 2026 18:57

Jakarta: Kemajuan madrasah tidak hanya ditentukan oleh kualitas guru, prestasi siswa, dan fasilitas pendidikan. Peran masyarakat melalui Komite Madrasah juga menjadi unsur penting dalam mendukung pengembangan lembaga pendidikan.

Sejak awal, madrasah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Dukungan orang tua dan lingkungan sekitar menjadi bagian dari perjalanan pendidikan madrasah di Indonesia.

Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama, Nyayu Khodijah, mengatakan kontribusi masyarakat melalui Komite Madrasah memiliki makna lebih luas daripada sekadar dukungan finansial.

“Kita tahu madrasah kita lahir dari masyarakat, dan masyarakat sangat ingin memberikan dukungan, kontribusi bagi madrasah melalui Komite Madrasah,” kata Nyayu, Selasa, 20 Oktober 2026.

Menurut dia, kontribusi masyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari dukungan finansial dan moral hingga pemberian pertimbangan untuk membantu pengembangan madrasah.

Besarnya keinginan masyarakat untuk berkontribusi belum selalu diikuti pemahaman yang memadai mengenai tugas dan fungsi Komite Madrasah.

Nyayu mengakui masih terdapat berbagai persoalan dalam pelaksanaan peran komite, meskipun regulasi yang mengaturnya telah tersedia.

“Kita memahami betul bahwa regulasi itu sudah sangat kokoh untuk memungkinkan Komite Madrasah menjadi mitra strategis madrasah. Tetapi pada kenyataannya, kita melihat banyak sekali persoalan yang dihadapi oleh Komite Madrasah,” ujar Nyayu.



Ia juga menyoroti pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan kapasitas pengurus komite dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan regulasi perlu diimbangi dengan penguatan pengetahuan, keterampilan, integritas, dan tata kelola pengurus komite. Dengan demikian, partisipasi masyarakat dapat dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi pengembangan madrasah.

Kepercayaan Masyarakat Menjadi Kunci


Penguatan Komite Madrasah juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Ketika pengurus memahami tanggung jawab dan menjalankan fungsinya dengan baik, masyarakat diharapkan semakin yakin untuk terlibat dalam pengembangan pendidikan.

“Diharapkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap komite semakin baik. Dengan demikian, partisipasi masyarakat juga akan semakin meningkat,” kata Nyayu.

Ilustrasi pendidikan. Foto: Pexels

Menurut dia, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas. Hubungan yang baik antara madrasah, orang tua, dan masyarakat juga berperan dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas.

Madrasah Maju Tidak Berjalan Sendirian


Nyayu meyakini penguatan kapasitas Komite Madrasah dapat berkontribusi terhadap kemajuan lembaga pendidikan.

Pengurus komite yang memiliki pemahaman dan integritas diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal, baik dalam memberikan dukungan maupun menjadi mitra strategis madrasah.

Ia menilai kemajuan sejumlah madrasah tidak terlepas dari kontribusi komite.

“Dalam kenyataannya kita lihat, banyak madrasah maju karena peran dari komite, salah satunya,” tutur Nyayu.

Menurut Nyayu, membangun madrasah unggul bukan hanya tanggung jawab kepala madrasah, guru, atau pemerintah. Masyarakat juga dapat mengambil bagian sebagai mitra yang memberikan gagasan, dukungan moral, dan kontribusi bagi kemajuan pendidikan.

Madrasah yang kuat tidak hanya ditandai fasilitas lengkap atau prestasi membanggakan, tetapi juga hubungan yang dilandasi kepercayaan dan kepedulian masyarakat.

“Madrasah lahir dari masyarakat. Dan bersama masyarakat pula, madrasah memiliki peluang untuk terus berkembang,” ujar Nyayu.

(Achmad Zulfikar Fazli)