Menlu India Dorong Solusi Dua Negara hingga Reformasi Tatanan Dunia di Pidato PBB

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar. (Anadolu Agency)

Menlu India Dorong Solusi Dua Negara hingga Reformasi Tatanan Dunia di Pidato PBB

Willy Haryono • 27 September 2026 11:31

New York: India mendorong Solusi Dua Negara demi menyelesaikan konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina di Timur Tengah.

Seruan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sesi ke-81 di New York, Amerika Serikat, Sabtu, 26 September 2026. 

“Ketegangan dan kekerasan juga terus berlanjut di Timur Tengah. Kami sangat meyakini bahwa perdamaian yang tahan lama dan berkelanjutan membutuhkan Solusi Dua Negara,” ujar Jaishankar dalam pidatonya yang dikutip Anadolu Agency.

Ia menambahkan bahwa India turut memberikan bantuan kemanusiaan dan mendukung upaya penyaluran bantuan bagi rakyat Palestina.

Menekankan bahwa “tantangan baru di ranah maritim menambah persoalan yang telah berlangsung lama di darat," Jaishankar mengingatkan “telah terjadi serangan terhadap kapal komersial dan pelaut di kawasan Teluk serta dari Laut Merah hingga Laut Hitam.”

“Pelaut India telah kehilangan nyawa, begitu pula pelaut dari negara-negara lain. Hal ini sepenuhnya tidak dapat diterima. Kita harus memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran serta para pelaut tidak pernah dikompromikan,” imbuhnya.

Beralih ke perang Rusia-Ukraina, Jaishankar berpendapat bahwa konflik berkepanjangan tersebut “sama-sama mengkhawatirkan.”

“Seperti yang disampaikan Perdana Menteri India Narendra Modi, perang tanpa akhir harus segera berakhir. India mendukung berbagai upaya yang sedang berlangsung untuk mewujudkan perdamaian. India siap melakukan segala yang mungkin untuk memperbaiki situasi ini, terutama terkait ketahanan pangan dan energi,” tambahnya. 

India Dorong Reformasi Tatanan Dunia

Terkait kecerdasan buatan (AI), Jaishankar mengatakan India memandang AI sebagai “pendorong transformasi bagi pemberdayaan manusia, kemakmuran ekonomi, dan penyelesaian masalah dalam skala populasi.”

“Kami meyakini setiap negara berhak membentuk ekosistemnya sendiri melalui pengembangan model dan strategi penerapan AI yang sesuai dengan tujuan serta prioritas nasionalnya. AI akan menjadi bagian penting dari agenda kemitraan kami dengan negara-negara Global South,” ujar diplomat tinggi India tersebut.

Dunia “sedang menuju tatanan multipolar,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa tatanan dunia pasca-1945 “mulai bergeser menghadapi realitas baru.”

“Proses penyesuaian, akomodasi, dan penerimaan ini tidak akan mudah. Banyak gejolak yang kita saksikan saat ini berasal dari berbagai kesulitan tersebut," tegas Jaishankar.

"Perdamaian dalam tatanan yang pluralistik membutuhkan dialog yang konstruktif. Sebagian besar umat manusia tidak boleh dikecualikan dari proses tersebut. Kebutuhan untuk mereformasi multilateralisme semakin kuat dari hari ke hari,” pungkasnya. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Menlu Sugiono Sebut Isu Palestina Ujian Paling Jelas bagi Sistem Multilateral

(Willy Haryono)