Ilustrasi rupiah. Foto: MI/Rommy.
Rupiah Dibuka Melemah Tipis
Arif Wicaksono • 24 June 2024 09:39
Jakarta: Laju mata uang rupiah dibuka melemah tipis pada perdagangan hari ini. Sentimen dalam negeri memengaruhi melemahnya laju rupiah.
baca juga:
Melemah Lagi, Rupiah Pekan Ini Ditutup di Level Rp16.450/USD |
Sementara itu yield US Treasury 10 tahun turun 0,005 persen. Disusul dengan yield US Treasury 30 tahun turun 0,004 persen. Kemudian yield US Treasury lima tahun turun sebesar 0,004 persen. Penurunan yield karena investor melakukan profit taking.
Sentimen dolar AS melemah karena data jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun 5.000 menjadi 238 ribu pada pekan yang berakhir 15 Juni. Angkanya lebiih tinggi dari proyeksi ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan 235 ribu klaim untuk periode tersebut.
Kemudian pembelian perumahan baru, metrik utama bagi investor real estat, turun 5,5 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,277 juta unit di Mei, menurut laporan dari Biro Sensus Departemen Perdagangan.
Indeks Manufaktur Fed Philadelphia juga lebih buruk dari perkiraan, sehingga berkontribusi terhadap tanda-tanda perlambatan ekonomi baru-baru ini.
Pemblokiran anggaran kementerian
Dari dalam negeri opsi pemblokiran anggaran kementerian dan lembaga menjadi opsi kebijakan yang dipertimbangkan pemerintah terkait dengan mitigasi risiko agar APBN 2025 tetap sehat.Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu dalam Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com