SD-SMP di Bengkulu Wajib Ciptakan Lingkungan Belajar Ramah Siswa Baru

Aktivitas siswa SD di Kota Bengkulu usai menjalani MPLS, Kamis (16/7/2026). ANTARA/Anggi Mayasari

SD-SMP di Bengkulu Wajib Ciptakan Lingkungan Belajar Ramah Siswa Baru

Silvana Febiari • 16 July 2026 12:08

Kota Bengkulu: Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu menegaskan seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) wajib menciptakan lingkungan belajar aman, nyaman, dan ramah bagi siswa baru. Sekolah diminta mencegah adanya intimidasi maupun perpeloncoan dari senior atau pihak lain dengan dalih tradisi penerimaan siswa baru.

"Saya tidak mau mendengar ada senior yang melakukan perpeloncoan atau tindakan yang mengarah pada intimidasi terhadap adik kelasnya. Saya sudah meminta seluruh tim dan pihak sekolah memastikan kegiatan MPLS berjalan sesuai ketentuan dan tidak ada praktik seperti itu," kata Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, dilansir dari Antara, Kamis, 16 Juli 2026. 

Pemkot Bengkulu menerjunkan tim khusus untuk pemantau ke sejumlah sekolah. Pengawasan tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya praktik perpeloncoan maupun tindakan yang dapat merugikan peserta didik selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
 


Dedy meminta agar seluruh tenaga pendidik aktif mengawasi setiap rangkaian kegiatan agar para siswa dapat mengikuti MPLS dengan rasa aman dan nyaman.

Pemkot Bengkulu berharap pelaksanaan MPLS yang edukatif dan bebas perpeloncoan membuat peserta didik baru dapat memulai proses belajar dengan nyaman. Siswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga tercipta iklim pendidikan yang aman, inklusif, dan menyenangkan.


Ilustrasi sekolah. Foto: Metrotvnews/Roni Kurniawan


Sementara itu, MPLS di SMP Negeri 1 Kota Bengkulu diisi dengan berbagai kegiatan edukatif untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Peserta diperkenalkan dengan visi dan misi sekolah, tata tertib, budaya sekolah, serta fasilitas yang tersedia.

Para siswa juga diajak berkeliling mengenal berbagai sarana pendukung pembelajaran, mulai dari ruang kelas, laboratorium IPA, laboratorium komputer, perpustakaan, musala, kantin sehat, hingga fasilitas sanitasi. Kegiatan tersebut dapat membantu siswa lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru

Sekolah juga memberikan materi mitigasi bencana gempa bumi melalui simulasi evakuasi. Siswa dibekali edukasi literasi digital agar dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Materi selama MPLS dirancang tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter siswa. Sejak hari pertama masuk sekolah, peserta didik dibekali nilai kedisiplinan dan tanggung jawab.

(Silvana Febiari)