Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun. Foto: Istimewa.
Pemerintah dan DPR Dipastikan Intens Pantau Rupiah
Anggi Tondi Martaon • 19 May 2026 21:45
Jakarta: Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menegaskan lembaga legislatif pusat memahami sensitivitas dampak kurs terhadap masyarakat. Terutama terkait harga energi, bahan pangan impor, dan kebutuhan industri.
Misbakhun memastikan Komisi XI DPR RI terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan secara intens berkomunikasi dengan pemerintah, Bank Indonesia, serta otoritas sektor keuangan untuk membahas langkah-langkah penguatan stabilitas ekonomi nasional.
“Di belakang layar, pembahasan mengenai stabilitas Rupiah dan langkah-langkah penguatannya terus dilakukan secara intens. Pemerintah dan DPR tidak diam,” kata Misbakhun melalui keterangan tertulis, Selasa, 19 Mei 2026.
Baca Juga :
Purbaya Beberkan Jurus Stabilkan Rupiah
"Yang penting sekarang konsistensi kebijakan dijaga dan kepercayaan publik tidak boleh goyah,” ujar Misbakhun.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan berbagai langkah terus diambil untuk membantu menstabilkan nilai tukar rupiah termasuk dengan terlibat lebih aktif di dalam pasar obligasi.

Ilustrasi. Foto: MI.
"Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” kata Menkeu Purbaya ditemui usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 19 Mei 2026.
"Saya akan masuk setiap hari ke bond market," kata Menkeu menambahkan.
Rencananya pemerintah akan menjalankan skema Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund) dengan menggunakan anggaran yang tersedia.