Pemandanagan gunung Ile Lewotolok di Lembata. ANTARA/Ho-PPG Lewotolok
Aktivitas Tektonik Gunung Ile Lewotolok Meningkat, Warga Diminta Waspada
Silvana Febiari • 22 April 2026 12:57
Lembata: Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan adanya peningkatan aktivitas tektonik di puncak gunung tersebut. Peningkatan ini terpantau dalam dua pekan terakhir, yakni sejak 1 hingga 15 Februari 2026.
"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga tanggal 15 April 2026, aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih cukup tinggi dan menunjukkan peningkatan aktivitas tektonik," kata Pengamat Gunung Ile Lewotolok Stanilaus Ara Kian, dilansir dari Antara, Rabu, 22 April 2026.
Dia mengatakan ini berkaitan dengan perkembangan status Gunung Ile Lewotolok yang hingga saat ini masih dalam status Level II atau Waspada. Data kegempaan menunjukkan terjadi 515 kali erupsi di puncak gunung tersebut, 10 kali Gempa Guguran, 1.677 kali Gempa Hembusan, tiga kali Harmonik, 10 kali Tremor Non Harmonik, empat kali Gempa Hybrid.
Baca Juga :
Selain itu tercatat juga delapan kali Gempa Vulkanik Dangkal, 18 kali gempa Vulkanik Dalam, 101 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 41 kali Gempa Tektonik Jauh, serta satu kali Gempa Terasa dengan skala III MMIl.
Dia menambahkan energi yang diestimasi dengan metode perata-rataan nilai amplitudo atau RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurements) menunjukkan fluktuasi. Namun, trennya cenderung naik.
"Sebagai catatan, RSAM periode 6–10 April 2026 tidak dapat diestimasi, karena perangkat digitizer di Pos PGA terkena petir. Stasiun yang digunakan saat ini adalah Stasiun BTP," tambah dia.
Lebih lanjut kata dia, pengamatan visual periode 1-15 April 2026, aktivitas erupsi dan hembusan cenderung meningkat dengan tinggi kolom erupsi mencapai 500 meter dari puncak. Sementara erupsi terkadang disertai dengan suara gemuruh dengan intensitas lemah-sedang.

Petugas pos pemantau gunung Ili Lewotolok memerhatikan seismogram digital yang merekam pergerakan erupsi gunung tersebut di desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata, NTT, ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Dengan kondisi tersebut, pihaknya merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung atau pendaki dan wisatawan tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung itu.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah puncak Gunung Ile Lewotolok. Suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunung api yang sedang dalam fase erupsi.
"Suara dentuman yang keras dapat mengakibatkan getaran yang kuat pada beberapa bagian bangunan terutama jendela kaca dan pintu," tambah dia.
Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun masalah kesehatan lain akibat abu vulkanik, masyarakat di sekitar gunung diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung. Mereka juga disarankan memakai perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.