5 Hektare Lahan Vegetasi Kering di Minahasa Hangus Terbakar

Ilustrasi--Pemadaman kebakaran lahan gambut. (MGN/Fitra Asri Rama)

5 Hektare Lahan Vegetasi Kering di Minahasa Hangus Terbakar

Silvana Febiari • 23 July 2026 14:18

Minahasa: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya. Kebakaran yang terjadi di Desa Watulaney Amian, Kecamatan Lembean Timur, itu mulai melanda sejak Selasa sore, 21 Juli 2026.

Meski berhasil dipadamkan, kebakaran tersebut sempat menghanguskan sekitar lima hektare lahan vegetasi kering.

"Tim gabungan di daerah langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Rabu (22 Juli)," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, dilansir dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026. 
 


Pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh petugas BPBD Kabupaten Minahasa, Dinas Pemadam Kebakaran, serta perangkat desa setempat tanpa menimbulkan korban jiwa.

BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan kekeringan selama musim kemarau. Langkah mitigasi juga perlu dioptimalkan guna mencegah dampak yang lebih luas.


Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siniar bersama ANTARA TV membahas sejumlah isu strategis terkait penanggulangan bencana di Kantor Antara Heritage Center di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)


Pemerintah daerah diharapkan memperkuat kesiapsiagaan operasional posko, memetakan potensi krisis air bersih, serta memastikan kesiapan personel pemadam di wilayah rawan karhutla.

Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar serta menghemat penggunaan air bersih. BNPB juga meminta warga memantau informasi kebencanaan dan cuaca melalui saluran resmi BMKG, BPBD, maupun instansi terkait.

"Kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi kunci dalam mencegah, meminimalkan dampak bencana dan melindungi keselamatan warga," tegas Abdul. 

(Silvana Febiari)