Girang Konflik AS-Iran Mereda, Purbaya: Beban Subsidi APBN Bisa Berkurang

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Biro KLI Kemenkeu.

Girang Konflik AS-Iran Mereda, Purbaya: Beban Subsidi APBN Bisa Berkurang

Husen Miftahudin • 16 June 2026 09:10

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi memberi dampak positif terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama pada pengelolaan subsidi energi.

Purbaya mengatakan pemerintah sebelumnya telah mengantisipasi risiko lonjakan harga energi global dengan menyisihkan sebagian anggaran untuk kebutuhan subsidi. Jika tensi geopolitik menurun dan harga energi bergerak lebih stabil, kebutuhan anggaran subsidi diperkirakan ikut berkurang.

"Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 16 Juni 2026.

Menurut Purbaya, penurunan kebutuhan subsidi energi dapat membuka ruang fiskal yang lebih besar untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

"Sehingga akan jauh berkurang (beban subsidi) dan ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh presiden. Jadi kita lihat seperti apa perkembangannya, kemudian baru kita sesuaikan," jelas dia.

Meski demikian, pemerintah masih akan mencermati perkembangan global serta dampaknya terhadap perekonomian nasional sebelum mengambil langkah penyesuaian terhadap postur APBN.
 

Baca juga: AS dan Iran Diklaim Sudah Tandatangani Kesepakatan Akhiri Perang


(Ilustrasi penghitungan APBN. Foto: dok MI)
 

Kesepakatan damai AS-Iran masuki tahap finalisasi


Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyambut positif laporan mengenai tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Pemerintah berharap deeskalasi konflik di kawasan dapat segera terwujud.

"Hal tersebut merupakan perkembangan positif menuju penyelesaian konflik secara damai serta terciptanya perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan," tulis Kemlu RI melalui media sosial X.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Iran telah rampung. Ia juga menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka dan blokade angkatan laut AS dicabut.

Di sisi lain, Pemerintah Iran memastikan nota kesepahaman damai dengan Amerika Serikat telah difinalisasi. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan dokumen tersebut dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni mendatang. Kesepakatan itu mencakup penghentian operasi militer di seluruh front, termasuk di Lebanon.

(Husen Miftahudin)