Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Metrotvnews.com/Kautsar
PBNU Minta Indonesia Optimalkan Keanggotaan BoP Demi Perdamaian
Kautsar Widya Prabowo • 5 March 2026 20:43
Jakarta: Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mendorong Indonesia memaksimalkan keanggotaan dalam Board of Peace (BoP). Khususnya, untuk mewujudkan perdamaian di tengah meningkatnya agresi militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
“BOP untuk upaya perdamaian itu. Apa pun yang sudah ada di tangan ini mari kita gunakan. Kalau kita butuh menggali lubang, tidak ada sekop, punyanya sendok, kita gali pakai sendok,” ujar Gus Yahya saat menghadiri undangan buka puasa bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Maret 2026.
Yahya menegaskan pihaknya tidak sepakat jika Indonesia angkat kaki dari dewan perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut. Dia meyakini melalui BoP, Indonesia dapat berkontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian.
“Kita gunakan apa pun karena kepentingan untuk perdamaian itu absolut,” tutur Gus Yahya.
Baca Juga:
Gus Yahya: Tak Ada Jalan Lain, Perang di Timur Tengah Harus Dihentikan |
Dia menekankan saat ini tidak ada pilihan selain mendorong terciptanya perdamaian demi mencegah semakin banyak korban berjatuhan.
“Karena kalau tidak begitu tidak ada yang selamat. Tidak ada yang selamat. Kita harus berhenti. Kekerasan ini harus kita hentikan segera dengan cara apa pun yang mungkin,” ujar Gus Yahya.