Anak Muda Didorong Berperan Aktif Membentengi Diri dari Narkoba

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) Audiensi dengan sejumlah organisasi antinarkoba. Foto: dok Istimewa.

Anak Muda Didorong Berperan Aktif Membentengi Diri dari Narkoba

Arga Sumantri • 23 September 2026 17:09

Jakarta: Mewujudkan Indonesia Emas membutuhkan generasi muda yang sehat, produktif, kreatif, dan memiliki ruang untuk berkembang. Upaya pencegahan narkoba tidak cukup lewat larangan dan penindakan, tetapi perlu dibangun melalui pendidikan, penguatan karakter, lingkungan yang positif, serta kesempatan bagi anak muda untuk mengembangkan potensi dan masa depannya.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat menerima audiensi Kader Inti Pemuda Antinarkoba (KIPAN) Indonesia, Duta Antinarkoba, dan jajaran DPP Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) di Rumah Kebangsaan MPR RI, Jakarta. Ibas mengajak generasi muda tidak hanya menjadi pihak yang harus dilindungi dari bahaya narkoba, tetapi mengambil peran sebagai bagian dari solusi.

"Jadilah generasi yang bermakna dan berdampak. Berpikir besar, bertindak nyata, dan membumi dalam manfaat," kata Ibas dalam keterangan tertulis, Rabu, 23 September 2026.

Generasi Muda Bukan Sekadar Objek Perlindungan

Menurut Ibas, pencegahan narkoba perlu dimulai dengan membangun lingkungan yang memungkinkan anak muda mengembangkan potensi dan mengejar tujuan hidupnya. Ia menilai, pendekatan kepada generasi muda tidak dapat dilakukan hanya melalui penyampaian larangan. Pemerintah, masyarakat, keluarga, lembaga pendidikan, serta berbagai organisasi kepemudaan perlu bersama-sama menciptakan ruang yang sehat dan positif.

“Pemerintah juga harus bikin environment, bikin lingkungan yang baik, yang positif, yang bisa mengarahkan anak-anak muda ini menggali potensinya yang luar biasa besar untuk mencapai tujuannya masing-masing,” ujar Ibas.

Anggota Dapil Jawa Timur VII itu menilai, ketika ada ruang untuk menyalurkan energi, minat, dan aspirasinya, anak muda akan memiliki lebih banyak pilihan positif dalam menentukan arah kehidupannya.

Pendidikan Antinarkoba Harus Mengikuti Zaman

Ibas menilai edukasi antinarkoba juga perlu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Generasi Z dan generasi yang lebih muda hidup dalam lingkungan digital yang berbeda dengan generasi sebelumnya. 

Menurut dia, pesan mengenai bahaya narkoba perlu disampaikan menggunakan pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka. Termasuk, melalui teknologi, media sosial, bahasa anak muda, dan berbagai bentuk kreativitas.

"Jadilah kalian duta-duta literasi antinarkoba yang mau terus menggunakan dengan cara-cara yang terkini," ungkapnya.

Menurut Ibas, pesan pencegahan akan lebih mudah diterima apabila anak muda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga diberi kesempatan menjadi komunikator dan penggerak di lingkungan mereka sendiri.

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) Audiensi dengan sejumlah organisasi antinarkoba. Foto: dok Istimewa.

Kolaborasi Menjadi Kunci Gerakan Antinarkoba

Ibas juga menekankan gerakan pencegahan narkoba membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Ia mengapresiasi kehadiran KIPAN, Duta Anti Narkoba, serta GRANAT yang selama ini mengambil peran dalam memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat.

Menurut Ibas, legislasi juga harus mampu memberikan dampak nyata, baik dalam memperkuat pencegahan, mendukung penegakan hukum, maupun membangun sistem rehabilitasi dan pembinaan yang lebih baik.

"Legislasi itu bukan hanya ukuran kertas. Yang penting adalah bagaimana dia impactful," tegasnya.

Ia menekankan masukan dari generasi muda dan organisasi yang bergerak langsung di masyarakat perlu menjadi bagian dari proses pembentukan kebijakan.

Pesan 'say no to drugs' dinilai perlu diterjemahkan lebih luas menjadi ajakan untuk memilih berbagai hal positif yang dapat membentuk masa depan. Anak muda dapat mengisi kehidupannya melalui pendidikan, olahraga, seni, teknologi, kewirausahaan, ekonomi kreatif, kegiatan sosial, hingga kepedulian terhadap lingkungan. 

Ia mengajak KIPAN, Duta Antinarkoba, Granat, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus memperluas gerakan tersebut dengan pendekatan yang relevan bagi generasi muda.

(Arga Sumantri)