Ilustrasi. Foto: Dok MI
Rupiah Menguat Tipis di Level Rp16.865 per USD Sore Ini
Eko Nordiansyah • 14 January 2026 16:20
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami penguatan. Mata uang Garuda sudah menguat terhadap dolar AS sejak pembukaan pagi tadi.
Mengutip data Bloomberg, Rabu, 14 Januari 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp16.865 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat 12 poin atau setara 0,07 persen dari posisi Rp16.877 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Sementara itu, data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona hijau pada posisi Rp16.855 per USD. Rupiah menguat 15 poin atau setara 0,09 persen dari Rp16.870 per USD di pembukaan perdagangan hari ini.
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp16.871 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat dari perdagangan sebelumnya di level Rp16.875 per USD.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Faktor geopolitik global
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sehingga dapat menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi. BI menilai pergerakan rupiah di awal tahun ini lebih banyak dipengaruhi oleh tekanan di pasar keuangan dunia.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea mengatakan, tekanan bersumber dari eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed ke depan, di tengah kebutuhan valuta asing domestik yang meningkat pada awal tahun.
"Kondisi ini mendorong Rupiah melemah dan ditutup pada level Rp16.860 per dolar AS pada 13 Januari 2026, atau terdepresiasi sebesar 1,04 persen secara year to date," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 14 Januari 2026.
Meskipun demikian, Erwin menyebut, pelemahan Rupiah tersebut masih sejalan dengan pergerakan nilai tukar regional yang juga terdampak sentimen global, antara lain won Korea yang melemah sebesar 2,46 persen dan peso Filipina sebesar 1,04 persen.