Ilustrasi. Foto: Freepik.
Menkeu: Harga BBM Subsidi Belum akan Dinaikkan!
Ade Hapsari Lestarini • 9 March 2026 19:25
Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
"Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM," kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 9 Maret 2026.
Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
"Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup," tambah dia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: dok Kemenkeu.
Masyarakat diimbau tenang
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
"Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas," tutur dia.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idulfitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus USD118 per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai USD118 per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022. Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, dengan jenis Brent (ICE) sebesar USD64 per barel, dan US WTI berada di angka USD57,87 per barel.