Kawasan Dago Makin Sesak, Farhan Soroti Perizinan Pembangunan Hotel

Wali Kota Bandung, M Farhan. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Kawasan Dago Makin Sesak, Farhan Soroti Perizinan Pembangunan Hotel

Roni Kurniawan • 30 January 2026 14:34

Bandung: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti berbagai persoalan di Kelurahan Dago sebagai pusat industri pariwisata kota. Pemerintah Kota Bandung menghadapi tantangan untuk memastikan geliat industri pariwisata memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Menurut Farhan, warga justru lebih banyak merasakan dampak negatif dibandingkan manfaat dengan hadirnya berbagai industri pariwisata di kawasan Dago. Mulai dari kemacetan lalu lintas, persoalan kebersihan, hingga daya dukung lingkungan yang kian terbebani. Bahkan, kondisi tersebut diperparah dengan adanya perizinan masa lalu yang dinilai belum ideal dan kini harus diperbaiki secara bertahap.

"Perizinan-perizinan masa lalu yang masih kita perbaiki. Termasuk perizinan hotel-hotel yang sedang dibangun dan yang sudah dibangun. Tidak mungkin izinnya dicabut lagi, jadi terpaksa kita harus melakukan penyesuaian," ujar Farhan saat menghadiri siskamling siaga bencana di Kelurahan Dago, Kota Bandung, Jumat, 30 Januari 2026.

Farhan mengakui dampak pembangunan dirasakan langsung warga, mulai dari gangguan selama masa konstruksi hingga persoalan bangunan yang belum rampung. Salah satunya adalah proyek pembangunan condotel yang hingga kini belum jelas penyelesaiannya.

"Dampaknya banyak, mulai dari keluhan warga karena gangguan selama masa pembangunan sampai sekarang. Itu kan jadi semacam monumen yang kita juga tidak tahu kapan beresnya," kata Farhan.
 


Sebagai solusi, Pemerintah Kota Bandung mendorong pendekatan titik tengah antara kepentingan industri pariwisata dan kenyamanan warga. Farhan menekankan pentingnya sikap saling menyesuaikan antara pelaku usaha dan masyarakat.

"Kita akan mencari titik tengah untuk saling menyesuaikan. Baik industri maupun masyarakat harus saling menyesuaikan. Seperti apa, tentu tergantung kondisi di lapangan," papar Farhan.

Farhan mencontohkan pembangunan kawasan Mofen Peak di Bukit Dago yang saat ini menjadi perhatian pemerintah. Proyek tersebut akan terus dipantau agar proses pembangunan dan dampaknya dapat dikelola dengan baik.

"Apakah penanganannya bagus atau tidak, baik dari pihak pengembang maupun masyarakat harus bisa menyesuaikan. Seharusnya bisa dilakukan," tegas Farhan.

Farhan juga menyinggung persoalan kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Dago, khususnya pada akhir pekan. Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan dan harus ditangani secara kolaboratif.

"Seperti dulu, setiap akhir pekan macet ke arah Dago. Ini juga harus kita tangani bersama. Prinsip saling menyesuaikan ini yang perlu kita jaga," kata Farhan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)