Ilustrasi logo Pinterest. Foto: Medcom.id
Fokus Pengembangan AI, Pinterest PHK 15% Karyawan
Husen Miftahudin • 29 January 2026 08:38
San Francisco: Platform media sosial Pinterest mengumumkan pemangkasan hingga 15 persen dari total karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi untuk mengalokasikan sumber daya ke strategi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kebijakan ini akan berdampak pada kurang dari 780 posisi dari 5.205 karyawan penuh waktu yang tercatat hingga September 2025, disertai penutupan sejumlah kantor kecil terkait akuisisi sebelumnya.
Meski Pinterest telah meluncurkan alat belanja Pinterest Assistant dan suite iklan Performance+, pengumuman ini justru membuat saham perusahaan anjlok hampir 10 persen.
Analis Emarketer Jeremy Goldman menilai langkah ini lebih defensif daripada strategis karena tidak disertai jalur konkret pertumbuhan pendapatan berbasis AI atau penghematan biaya yang jelas.
| Baca juga: Getol Berinovasi AI, Amazon PHK 16 Ribu Karyawan |
Tren PHK di industri teknologi
Keputusan Pinterest mencerminkan tren lebih luas di sektor teknologi, di mana perusahaan melakukan efisiensi sambil meningkatkan investasi AI. Pekan lalu, pembuat perangkat lunak desain Autodesk juga memangkas tujuh persen karyawan untuk mendanai pengembangan AI.
"Banyak perusahaan harus meyakinkan investor bahwa pengeluaran besar mereka untuk kecerdasan buatan (AI) tidak hanya sepadan, tetapi juga bahwa mereka melakukan penghematan di bidang lain untuk membiayainya," kata Danni Hewson, kepala analisis keuangan di AJ Bell, dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 29 Januari 2026.
Data dari situs pelacak PHK Layoffs.fyi mencatat lebih dari 123 ribu karyawan teknologi dipecat dari 269 perusahaan sepanjang 2025. Pada Forum Ekonomi Dunia (WEF), sejumlah eksekutif menyatakan AI akan menjadi 'alasan' bagi perusahaan yang memang telah merencanakan pengurangan karyawan.

(Ilustrasi AI. Foto: dok Metrotvnews.com)
Dampak dan proyeksi keuangan
Pinterest memperkirakan biaya restrukturisasi sebelum pajak sebesar USD35 juta hingga USD45 juta atau sekitar Rp591 miliar sampai Rp760 miliar dan menargetkan penyelesaian rencana ini sebelum akhir kuartal ketiga 2026.
Langkah ini dilakukan di tengah persaingan ketat dengan TikTok serta platform Meta seperti Facebook dan Instagram untuk merebut pangsa pasar iklan digital.
Analis mempertanyakan kemampuan Pinterest mengubah investasi AI menjadi pendapatan yang signifikan, mengingat tantangan monetisasi dan diferensiasi layanan. Tanpa inovasi yang disruptif, perusahaan berisiko hanya mengikuti tren tanpa menciptakan keunggulan kompetitif jangka panjang.