Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati
Geram, Pramono bakal Umumkan Perusahaan Swasta yang Buang Sampah Sembarangan
Muhammad Adyatma Damardjati • 6 August 2026 21:18
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung geram dengan temuan tumpukan sampah ilegal di sejumlah titik, termasuk kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Dia memastikan gunungan sampah tersebut bukan berasal dari limbah rumah tangga warga, melainkan ulah pengelola sampah swasta yang tidak bertanggung jawab.
Berdasarkan penelusuran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, perusahaan swasta tersebut merupakan pihak ketiga yang disewa untuk mengelola limbah komersial dari sektor perhotelan hingga tempat makan. Namun, mereka membuang sampah sembarangan.
"Memang di beberapa tempat kami menemukan tumpukan sampah yang dilakukan oleh swasta. Mereka mengambil dari horeka, hotel, restoran, kafe, kemudian menumpuk di tempat yang bukan tempatnya. Itu yang tidak boleh terjadi lagi," tegas Pramono di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Pramono menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta mengumumkan identitas perusahaan yang membuang sampah sembarangan secara terbuka. Hal ini sebagai bentuk sanksi sosial.
"Saya sudah menginstruksikan kepada jajaran Dinas Lingkungan Hidup, kepada Kominfotik, siapa pun yang melakukan itu akan kami umumkan ke publik supaya tidak mengulang kembali," papar Pramono.
.jpg)
Ilustrasi sampah. Dok. Medcom
Pramono menjelaskan langkah tegas ini diambil karena Pemprov DKI telah memberikan peringatan berulang kali, namun tidak dipedulikan. Dia meyakini dengan mengumumkan identitas perusahaan dapat memberikan efek jera dan berdampak langsung pada kelangsungan bisnis vendor pengelola sampah tersebut.
"Karena sudah satu, dua, tiga kali kami ingatkan. Kalau masih melakukan, kami akan umumkan kepada publik. Karena begitu diumumkan, pasti hotel, restoran, kafe yang selama ini dia kelola tidak akan mau menggunakan jasa yang bersangkutan kembali," ujar Pramono.