Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
Rupiah Berbalik Menguat, Cadangan Devisa RI Redam Tekanan Dolar AS
Ade Hapsari Lestarini • 7 August 2026 17:59
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026. Penguatan dipicu stabilnya posisi cadangan devisa Indonesia yang dinilai mampu menjaga kepercayaan pelaku pasar di tengah ketidakpastian global.
Rupiah ditutup menguat 26 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.897 per USD, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.923 per USD.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) juga menguat ke level Rp17.913 per USD dari sebelumnya Rp17.919 per USD.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan rupiah sempat dibuka melemah seiring data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang masih menunjukkan ketahanan ekonomi. Namun, mata uang Garuda berbalik menguat setelah BI merilis data cadangan devisa Juli 2026.
"Rupiah dibuka melemah, sejalan dengan data ketenagakerjaan AS yang masih memperlihatkan resiliensi pada malam sebelumnya. Rupiah kemudian berbalik arah setelah rilis data cadangan devisa Indonesia pada Juli 2026, yang cenderung stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya, di tengah turbulensi ketidakpastian global di bulan Juli 2026," ujar Josua dilansir Antara, Jumat, 7 Agustus 2026.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Cadangan devisa Indonesia
BI melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 mencapai USD145,3 miliar, relatif stabil dibandingkan posisi akhir Juni 2026 sebesar USD145,6 miliar. Penurunannya hanya sekitar USD0,3 miliar.
Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi itu juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Menurut Josua, sepanjang pekan ini rupiah cenderung menguat didukung meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 yang melampaui ekspektasi pasar. Secara mingguan, rupiah menguat sekitar 0,61 persen.
Untuk pekan depan, Josua memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat secara terbatas pada awal perdagangan setelah pasar mencerna data Non-Farm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran AS.
Selain itu, investor juga akan mencermati sejumlah agenda domestik, termasuk pidato kenegaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Agustus 2026.
"Rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.825-Rp17.925 per USD pada pekan depan," kata Josua.