UMKM Jakarta Pusat Mesti Siap Bersaing di Era Ekonomi Baru

Program talkshow mendorong UMKM naik kelas. Foto: Istimewa

UMKM Jakarta Pusat Mesti Siap Bersaing di Era Ekonomi Baru

M Sholahadhin Azhar • 7 May 2026 22:15

Jakarta: Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta Pusat, didorong naik kelas. Dorongan diberikan melalui pendekatan berbasis data, akses pembiayaan, dan kolaborasi bisnis.

“Hari ini UMKM tidak bisa lagi hanya berjalan berdasarkan insting. Pelaku usaha harus mampu membaca data konsumsi, tren ekonomi, dan potensi pasar agar dapat menentukan strategi usaha yang tepat dan berkelanjutan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jakarta Pusat, Undich Sadewo Sunu, dalam keterangan yang dikutip Kamis, 7 Mei 2026.

Hal itu diungkap Undich dalam program “SCALE UP JAKPUS: Baca Data, Buka Peluang, Tingkatkan Omzet UMKM JakPus”. Program itu digagas Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Jakarta Pusat.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serba Guna Utama, Gedung PTSP Lantai 2, Kantor Walikota Administrasi Jakarta Pusat ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, BUMN, perbankan, hingga lembaga statistik.
 
Undich menjelaskan bahwa data ekonomi dan statistik dapat menjadi instrumen penting bagi UMKM dalam menentukan segmentasi pasar, pengembangan produk, hingga ekspansi usaha.
 


Sementara itu, Komisaris PT Jasamarga Related Business sekaligus Ketua Bidang XII Investasi dan Kerja Sama Antar Daerah BPD HIPMI Jaya, Samira Alatas, memaparkan peluang kolaborasi. Hal ini, dapat dimanfaatkan pengusaha UMKM melalui ekosistem bisnis Jasamarga Related Business.

Menurut Samira, UMKM memiliki peluang besar untuk masuk ke dalam rantai pasok dan ekosistem usaha yang terhubung dengan layanan dan kawasan bisnis milik Jasamarga Group.

“Ke depan, peluang kerja sama dengan Jasamarga Related Business dapat menjadi ruang bagi pengusaha UMKM untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas usaha, serta membuka akses kolaborasi yang lebih luas,” jelas Samira.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan literasi data dan kemampuan membaca peluang menjadi faktor penting agar UMKM mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi dan pasar yang semakin dinamis.

Sekretaris Kota Jakarta Pusat, Denny Ramdany yang menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif HIPMI Jakarta Pusat dalam menghadirkan program pengembangan UMKM berbasis kolaborasi dan data.

“Program seperti SCALE UP JAKPUS menjadi langkah positif dalam memperkuat kapasitas UMKM agar lebih adaptif dan mampu bersaing. Pemerintah Kota Jakarta Pusat tentu mendukung terciptanya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan sektor strategis lainnya,” ujar Denny.

Staf Khusus Kementerian Investasi/BKPM, Sona Maesana Mushonnif, juga menilai program tersebut selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekosistem investasi inklusif.

“UMKM harus menjadi bagian dari rantai nilai investasi nasional. Program seperti ini penting untuk membuka konektivitas antara pengusaha dengan peluang investasi dan pengembangan bisnis yang lebih besar,” kata Sona.

Kepala PTSP Jakarta Pusat Iwan Kurniawan turut menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program ini. Yakni, sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem usaha yang semakin inklusif dan berdaya saing.

Menurut Iwan, pelayanan publik saat ini tidak hanya soal administrasi. Tetapi, bagaimana pemerintah mampu menciptakan ruang tumbuh bagi pelaku usaha.

"Kami di PTSP Jakarta Pusat mendukung penuh inisiatif SCALE UP JAKPUS karena program ini membantu UMKM memahami peluang usaha, akses perizinan, hingga konektivitas terhadap ekosistem investasi dan pembiayaan,” ujar Iwan.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, organisasi pengusaha, dan sektor keuangan menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan bagi UMKM di Jakarta Pusat.

“Saat UMKM mampu naik kelas, maka dampaknya bukan hanya pada peningkatan omzet usaha, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi daerah dan terbukanya lapangan kerja baru,” kata Iwan.

Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Pusat, Teguh Agung Hartanto, mengatakan SCALE UP JAKPUS menjadi bentuk komitmen HIPMI. Terutama, dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi pengusaha.

“Kami ingin UMKM Jakarta Pusat tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan naik kelas melalui pemanfaatan data, akses jejaring, dan peluang kolaborasi strategis,” ujar Teguh.

Di sisi pelaksanaan, Ketua Organizing Committee, M. Akhyar Ridho Lubis selaku Wakil Sekretaris Umum Bidang XII Investasi dan Kerja Sama Antar Daerah BPC HIPMI Jakarta Pusat membeberkan tujuan acara. Yakni, untuk memberikan pengalaman yang relevan dan bernilai bagi peserta.

“Kami memastikan setiap sesi dalam SCALE UP JAKPUS memiliki nilai praktis, mulai dari pemaparan data ekonomi, strategi pengembangan usaha, hingga peluang akses perbankan. Harapannya, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan, tetapi juga langkah konkret untuk mengembangkan usahanya,” ungkap Akhyar.


Program talkshow mendorong UMKM naik kelas. Foto: Istimewa

Senada dengan itu, Ketua Steering Committee, Cia Mushonnif yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang XII Investasi dan Kerja Sama Antar Daerah BPC HIPMI Jakarta Pusat menekankan pentingnya kesinambungan program pasca kegiatan.

“SCALE UP JAKPUS diharapkan menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan HIPMI Jakarta Pusat dalam membina dan mengawal UMKM agar benar-benar naik kelas dan siap bersaing di era ekonomi yang semakin dinamis,” ujar Cia.

Selain menghadirkan pemaparan mengenai arah ekonomi berbasis data, kegiatan ini membahas peluang. Terutama, terkait akses perbankan, pengembangan usaha, serta strategi memperluas pasar bagi UMKM.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)