1,59 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke 24 Desa Terdampak Kekeringan di Karawang

Pendistribusian air bersih ke daerah kekeringan. (ANTARA/Ali Khumaini)

1,59 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke 24 Desa Terdampak Kekeringan di Karawang

Silvana Febiari • 18 September 2026 09:31

Karawang: Sebanyak 1,59 juta liter air bersih telah disalurkan ke 24 desa terdampak kekeringan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, selama musim kemarau tahun ini. Distribusi bantuan tersebut telah dilakukan selama sekitar empat bulan terakhir.

"Pendistribusian air bersih ke daerah terdampak kekeringan telah dilakukan sejak sekitar empat bulan terakhir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Usep Supriatna, dilansir dari Antara, Jumat, 18 September 2026.

Hingga pertengahan September 2026, sebanyak 1.594.000 liter air bersih telah didistribusikan ke daerah terdampak kekeringan. Dari jumlah tersebut, 349.000 liter disalurkan langsung oleh BPBD, sementara 1.245.000 liter lainnya berasal dari kolaborasi TNI, Polri, PDAM, PMI, Baznas, pelaku industri, dan organisasi kemasyarakatan.


Berdasarkan catatan BPBD Karawang, krisis air bersih hingga kini melanda 24 desa yang tersebar di enam kecamatan. "Sebanyak 8.422 keluarga atau sekitar 27.180 jiwa terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih," ungkapnya.

Enam kecamatan yang terdampak kekeringan ialah Kecamatan Pangkalan, Tegalwaru, Ciampel, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, dan Kecamatan Pakisjaya. 

Dari wilayah tersebut, Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru menjadi daerah  terdampak paling parah. Hampir seluruh desa di kedua kecamatan tersebut terdampak kekeringan.

"Kekeringan di Karawang sudah berlangsung selama beberapa bulan, terjadi sejak Juni 2026," ucap Usep.


Ilustrasi: Petugas menyalurkan air bersih ke daerah yang dilanda kekeringan pada musim kemarau. ANTARA/Rubby Jovan/dok


BPBD Karawang terus mengerahkan armada untuk mendistribusikan air bersih ke titik-titik permukiman warga yang kesulitan air bersih.  Pihaknya juga berkoordinasi dengan swasta untuk menyediakan wadah penampungan (toren).

Penyediaan toren ini diperlukan agar distribusi air lebih efektif. Sehingga, warga tidak harus menampung bantuan menggunakan banyak galon atau wadah berukuran kecil.

Untuk jangka menengah, pemerintah daerah menyiapkan perluasan cakupan pipanisasi Perumdam dari wilayah Kalimalang menuju Pangkalan dan Tegalwaru. Sementara dalam jangka panjang, upaya diarahkan pada pelestarian lingkungan di wilayah hulu untuk menjaga ketersediaan sumber air.

(Silvana Febiari)