Jelang Hari Kereta Api, Komunitas Edan Sepur Dorong Reaktivasi Jalur Mati

Koordinator Komunitas Edan Sepur Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Jelang Hari Kereta Api, Komunitas Edan Sepur Dorong Reaktivasi Jalur Mati

Metro TV • 16 September 2026 14:41

Jakarta: Komunitas Edan Sepur Jakarta mendorong pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menggencarkan reaktivasi jalur mati di Pulau Jawa. Dorongan ini disampaikan menyambut Hari Kereta Api Nasional pada 28 September 2026.

“Jadi harapannya semoga pemerintah ini lebih fokus pengembangan jalur rel di luar pulau dan juga reaktivasi di Pulau Jawa, karena benar-benar memudahkan banget sih. Jalur mati di Pulau Jawa itu banyak yang memiliki potensi,” kata Koordinator Komunitas Edan Sepur Jakarta, Jowar Alyas Dwisa, kepada Metrotvnews.com di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, Rabu, 16 September 2026.
 


Jowar mencontohkan keberhasilan reaktivasi lintas Cibatu-Garut yang mampu meningkatkan sektor ekonomi pariwisata daerah. Menurut dia, potensi serupa ada di lintas mati Purwokerto-Wonosobo.

Selain reaktivasi jalur lama, Jowar menilai perkembangan perkeretaapian nasional saat ini sudah berada di jalur yang benar (on track). Pemerintah dan operator dinilai semakin sadar akan pentingnya transportasi berbasis rel, seperti ekspansi MRT Jakarta fase 3 hingga rute lanjutan LRT Jakarta.

Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya inovasi pelayanan sosial lewat kereta petani pedagang. Karena berdampak langsung bagi rakyat kecil.

“KAI juga banyak inovasi-inovasi yang ditampilkan, terutama di kalangan rakyat kecil seperti kereta petani pedagang. Itu efektif di lintas Rangkasbitung-Merak, karena di sana itu putaran ekonominya cukup tinggi, mobilitas pedagang pasar itu luar biasa,” tutur Jowar.


Koordinator Komunitas Edan Sepur Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Atas efektivitas tersebut, ia berharap fasilitas kereta petani pedagang dapat diperluas hingga ke lintas Karawang maupun rute Rangkasbitung menuju Jakarta. Langkah ini guna mengakomodasi pedagang dari Parung Panjang yang hendak berdagang di Kebayoran.

Meski masih terdapat ketimpangan antara jumlah armada rel dan laju pertumbuhan penduduk, Jowar mengapresiasi komitmen pemerintah yang terus berbenah secara masif.

“Sudah mulai dikerjakan walaupun secara jumlah penduduk kita sudah terlambat, karena jumlah penduduk kita sudah terlalu padat. Tapi tak apa-apa karena tidak ada kata terlambat untuk memulai,” ujar Jowar.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)