Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK Sarjito. Foto: ANTARA/Muhammad Heriyanto.
Bursa Mineral Contek Mekanisme Keterbukaan Perdagangan ala Bursa Saham
Husen Miftahudin • 16 September 2026 10:06
Jakarta: Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito menegaskan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis harus dibangun sebagai bursa yang tepercaya, transparan, dan likuid.
"Bursa Mineral dan Komoditas Strategis itu harus menjadi bursa yang trusted. Bursa yang trusted, tentu harus transparan, likuid. Kalau likuid berarti frekuensi transaksi yang cukup tinggi dan juga parties (pihak-pihak) yang akan terlibat di dalam proses ini cukup banyak," ujar Sarjito dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, mengutip Antara, Rabu, 16 September 2026.
Sarjito memastikan masyarakat dan pelaku pasar dapat mengakses data yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan di BMKS. Menurut dia, mekanisme perdagangan BMKS akan menerapkan keterbukaan seperti yang berlaku di bursa saham. Perdagangan akan mencakup pasar spot hingga instrumen derivatif.
"Sebagaimana bursa saham, perdagangan ini juga akan sangat terbuka dari mulai spot market hingga derivatif," tutur dia.
Sarjito mengatakan perdagangan derivatif, khususnya kontrak berjangka atau futures, berpotensi menjadi bagian penting dalam aktivitas bursa komoditas di negara-negara maju.
"Memang di negara-negara maju justru yang spot market-nya tidak banyak, nanti banyak sekali adalah di derivatifnya, yaitu futures," ujarnya.
Baca Juga :
OJK Harap Bursa Mineral Terealisasi Awal 2027
(Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK Sarjito. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah)
Dikembangkan secara bertahap
Sarjito berharap BMKS tidak hanya berfokus pada perdagangan di pasar spot. Bursa tersebut juga diharapkan mampu menarik lebih banyak pelaku pasar, termasuk dari mancanegara, terutama yang aktif di pasar derivatif.
Namun, pengembangan perdagangan derivatif akan dilakukan secara bertahap. Tahapan tersebut mencakup penentuan jenis mineral dan komoditas strategis yang akan terlebih dahulu diperdagangkan di BMKS.
"Itu tentu gradual dan butuh waktu, termasuk tahapan-tahapan mana, termasuk tadi kita sampaikan juga mineral-mineral mana, dan juga komoditas strategis yang harus diperdagangkan terlebih dahulu," urai dia.
"Apakah bisa langsung derivatif? Tentu bursa punya pertimbangan dan OJK punya masukan terhadap apakah sudah saatnya melakukan transaksi derivatif," ungkap Sarjito menambahkan.