Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Tujuh Orang, Biara Katolik Rusak

Asap dari serangan Israel di Lebanon. (Anadolu Agency)

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Tujuh Orang, Biara Katolik Rusak

Dimas Chairullah • 3 May 2026 14:41

Beirut: Serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon pada Sabtu, 2 Mei 2026, dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai sejumlah lainnya, meski gencatan senjata antara kedua negara masih berlaku.

Selain korban jiwa, operasi militer Israel juga dilaporkan merusak sebagian kompleks biara Katolik di desa perbatasan Yaroun.

Menurut otoritas Gereja Katolik Lebanon, bangunan tersebut merupakan kompleks keagamaan yang mencakup sekolah dan klinik, bukan fasilitas militer.

Superior Jenderal Suster-suster Basilian Salvatorian, Gladys Sabbagh, mengatakan biara sebelumnya telah dikosongkan setelah para biarawati mengungsi akibat konflik.

Dikutip dari AsiaOne, Minggu, 3 Mei 2026, militer Israel mengklaim pasukannya sedang menghancurkan infrastruktur kelompok Hizbullah di wilayah tersebut dan menyebut kerusakan terhadap bangunan keagamaan tidak disengaja.

Israel juga menuduh Hizbullah pernah menggunakan kompleks itu untuk aktivitas militer, tuduhan yang dibantah keras pihak Gereja Katolik.

Direktur Pusat Informasi Katolik Lebanon, Romo Abdo Abou Kassm, menegaskan bahwa biara tersebut merupakan tempat ibadah dan pendidikan.

Perang Israel dan Hizbullah di Lebanon

Di lokasi lain di Lebanon selatan, serangan udara Israel menghantam sejumlah kendaraan dan rumah warga di beberapa desa, termasuk Kfar Dajal, Lwaizeh, dan Shoukin.

Militer Israel menyebut telah melancarkan sekitar 50 serangan udara dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, Hizbullah mengklaim melakukan serangan balasan menggunakan drone terhadap posisi pasukan Israel. Konflik yang terus berlanjut ini terjadi di tengah upaya perpanjangan gencatan senjata yang dimediasi internasional.

Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, ribuan korban jiwa dan luka-luka telah tercatat sejak eskalasi perang terbaru dimulai.

Kondisi tersebut semakin memperburuk situasi kemanusiaan dan meningkatkan kekhawatiran internasional atas stabilitas kawasan.

Baca juga: Abaikan Gencatan Senjata, Serangan Israel Tewaskan 17 Orang di Lebanon

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)