Proyek PLTS 100 GWp Diproyeksikan Buka 5,52 Juta Lapangan Kerja

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari (kiri). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Proyek PLTS 100 GWp Diproyeksikan Buka 5,52 Juta Lapangan Kerja

Metro TV • 30 September 2026 14:44

Jakarta: Pemerintah tengah menggarap proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp). Proyek ini diproyeksikan membuka 5,52 juta lapangan kerja.

“Program PLTS 100 GWp diperkirakan menciptakan lapangan kerja sebanyak 5,52 juta pekerja, terdiri dari 3,465 juta job-years (tahun kerja) di bidang konstruksi dan instalasi, serta sekitar 2,053 juta job-years di bidang manufaktur,” kata Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu, 30 September 2026.

Selain potensi lapangan kerja, mega proyek ini akan memberikan dampak signifikan pada efisiensi anggaran pemerintah dari sisi energi. Keberadaan PLTS yang dikombinasikan dengan penyimpanan energi berupa baterai dinilai lebih hemat energi daripada pembangkit listrik tenaga listrik atau diesel.

“Program ini berpotensi menghemat anggaran negara sebesar Rp73,9 triliun per tahun melalui penggunaan PLTS dan Sistem Penyimpanan Energi Baterai (Battery Energy Storage System/BESS) dibandingkan dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD),” terang Qodari. 

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan proyek 15 PLTS tahap awal di 6 provinsi pada 25 Agustus 2026. Keenam provinsi itu antara lain di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung. 

Dari 15 proyek PLTS ini, Qodari mengungkapkan jumlah lapangan kerja yang tercipta hingga lebih dari 500 ribu.

“Untuk tahap awal 15 proyek pertama, potensi penciptaan lapangan kerja mencapai 515.000 pekerja secara akumulatif,” ujar Qodari.

Data sebaran 15 PLTS tahap awal. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina. 

Sementara itu, dampak penghematan anggaran negara telah dirasakan pada 15 PLTS tahap awal hingga mencapai Rp4,6 triliun per tahun. Di sisi lain, penghematan bahan bakar minyak jenis diesel diperkirakan sebesar 319.998 kiloliter per tahun.

“Khusus tahap awal 15 PLTS yang sudah disebutkan tadi, potensi penghematan APBN diperkirakan mencapai Rp4,6 triliun per tahunnya,” kata Qodari. 

Qodari menegaskan, pelaksanaan proyek ini akan dilakukan bertahap sesuai kesiapan infrastruktur serta jaringan kelistrikan di setiap wilayah. 

“Pemerintah menyusun daftar proyek atau pipeline PLTS 100 GWp secara bertahap berdasarkan fleksibilitas Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan kebutuhan sistem dengan tingkat kesiapan proyek yang berbeda-beda,” ungkap Qodari.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Siti Yona Hukmana)