Ilustrasi pendidikan. Foto: Pexels.com/Ali Ahmad Danesh.
Kemendikdasmen Dorong Penerapan Deep Learning untuk Tingkatkan Kualitas Siswa
Fachri Audhia Hafiez • 29 October 2026 19:53
Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penerapan metode pembelajaran mendalam (deep learning). Pendekatan ini menekankan pemahaman materi secara mendalam ketimbang sekadar mengejar kuantitas materi pelajaran.
“Konsekuensinya pembelajaran kita tidak lagi berorientasi kepada kuantitas materi yang diberikan, tetapi pada kualitas materi yang dipahami oleh peserta didik,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza dalam kegiatan Indonesia Youth Summit di Jakarta Pusat, Kamis, 29 Oktober 2026.
Fajar menjelaskan bahwa Kemendikdasmen kini tengah mendorong para guru untuk menguasai keterampilan pedagogis pembelajaran mendalam. Menurut dia, pendekatan ini bukan berarti menambah beban pelajaran, melainkan memangkas dan berfokus pada materi esensial agar dapat dipahami secara menyeluruh oleh peserta didik.
“Alih-alih menambah materi yang berjibun, kita justru mengurangi materi itu dan fokus kepada materi-materi esensial yang itu dasar buat anak-anak kita,” tutur Fajar.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza dalam kegiatan Indonesia Youth Summit di Jakarta Pusat, Kamis, 29 Oktober 2026. Foto: Metrotvnews.com/Azri Arifin.
Selain meningkatkan kualitas pemahaman, Fajar menilai metode deep learning sangat penting untuk melatih kemampuan siswa dalam menyaring informasi secara kritis. Terutama di tengah derasnya arus informasi di media sosial dan aplikasi pesan.
“Jadi kita ingin anak-anak kita itu punya kemampuan deep learning. Ini antitesis dari media sosial,” tegas Fajar.
(Metrotvnews.com/Azri Arifin)