Tembus Pasar Global, Peruri Cetak Uang Sol Peru hingga Raih Pengakuan Internasional

Ilustrasi. Foto: Dok Peruri

Tembus Pasar Global, Peruri Cetak Uang Sol Peru hingga Raih Pengakuan Internasional

Eko Nordiansyah • 11 October 2026 13:10

Jakarta: Kemampuan industri percetakan uang Indonesia mulai mendapat pengakuan di pasar global. Perum Peruri sebagai BUMN yang bergerak di bidang security printing tidak hanya mencetak uang Rupiah, tetapi juga dipercaya mencetak mata uang negara lain.

Dikutip dari Instagram @bumnd_id, Minggu, 11 Oktober 2026, keberhasilan Peruri memenangkan tender pencetakan uang kertas Soles Peru dari Banco Central de Reserva del Perú. Peruri dipercaya mencetak tiga pecahan mata uang Soles, yang merupakan mata uang resmi Peru.

Ekspansi tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kapabilitas industri dalam negeri di bidang pencetakan uang dan dokumen sekuriti. Industri ini menuntut teknologi, standar keamanan, serta kemampuan produksi yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan bank sentral.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Diakui internasional

Selain mencetak mata uang negara lain, kualitas Rupiah yang diproduksi Peruri juga mendapat pengakuan internasional.

Salah satunya Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia pecahan Rp75.000 yang masuk dalam lima besar finalis IACA Currency Awards 2022 untuk kategori uang kertas peringatan baru atau peredaran terbatas terbaik.

Pengakuan lainnya datang dari Uang Rupiah Tahun Emisi 2022 yang dinobatkan sebagai The Best New Banknote Series dalam Currency Award 2023 di Meksiko. Penghargaan tersebut mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari inovasi fitur keamanan, unsur sejarah dan lokal, hingga desain uang kertas.

Punya 17 fitur keamanan

Dari sisi keamanan, studi BestBrokers yang membandingkan fitur keamanan banknote dari 39 mata uang juga mencatat Rupiah pecahan Rp50.000 TE 2022 memiliki 17 fitur antipemalsuan. Dalam kajian tersebut, Rupiah menempati posisi kedua.

Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan industri BUMN di sektor percetakan uang terus berkembang. Kapabilitas yang dibangun tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang bagi industri Indonesia untuk bersaing di pasar internasional.

Bagi BP BUMN, penguatan kapabilitas seperti ini menjadi bagian penting dalam mendorong BUMN agar terus berinovasi, meningkatkan daya saing, dan memperluas kiprah di pasar internasional.

(Eko Nordiansyah)