Dua WNI yang Terluka dalam Serangan di Bandara Riyadh Bukan Jemaah Umrah

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah. (Metrotvnews.com / Muhammad Reyhansyah)

Dua WNI yang Terluka dalam Serangan di Bandara Riyadh Bukan Jemaah Umrah

Willy Haryono • 14 October 2026 16:40

Riyadh: Dua warga negara Indonesia (WNI) yang terluka ringan dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh telah menjalani perawatan di rumah sakit, dan diperbolehkan pulang.

Informasi mengenai adanya dua WNI yang terluka dalam serangan itu didapat KBRI Riyadh dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Selasa lalu. Kedua WNI tersebut yaitu:

1. RM (45 tahun), dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah, Riyadh; dan 
2. ET (32 tahun), dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi, Riyadh

“Kedua WNI tersebut merupakan mukimin (permanent resident) di Arab Saudi, dan bukan jemaah umrah,” kata Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah dalam pesan singkat yang diterima awak media, Rabu, 14 Oktober 2026.

“Keduanya telah diperbolehkan pulang di hari yang sama pada 11 Oktober 2026,” sambungnya.

Sebelumnya pada Senin lalu, pukul 21.00 waktu setempat, Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi telah mengaktifkan sistem peringatan dini nasional di Riyadh menyusul adanya potensi ancaman serangan udara.

Pada pukul 21.10 waktu setempat, otoritas mengumumkan bahwa ancaman telah berlalu dan status dinyatakan aman kembali. Sementara itu, Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman juga melaporkan keberhasilan mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diarahkan ke Riyadh.

Sementara pada 13 Oktober 2026 pukul 15.03 waktu setempat, Kantor Berita Resmi Arab Saudi (SPA) mengutip pernyataan Juru Bicara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki bahwa tiga pesawat nirawak (UAV) telah berhasil dicegat dan dilumpuhkan di utara Riyadh.

Baca juga: Dua WNI Alami Luka Ringan Akibat Serangan yang Diarahkan ke Arab Saudi

(Willy Haryono)