Perwakilan korban Hanania Travel, Uli Amelia Septriani. Foto: Antara.
Korban Hanania Travel Minta Tolong DPR
Anggi Tondi Martaon • 18 June 2026 15:08
Jakarta: Korban kasus penipuan travel umrah Hanania Travel beserta kuasa hukumnya mendatangi Komisi III DPR RI. Mereka meminta bantuan kepada para wakil rakyat untuk mendapatkan haknya kembali.
Perwakilan korban Hanania Travel, Uli Amelia Septriani, menyampaikan ada sekitar 3.000 calon jemaah yang menjadi korban penipuan Hanania Travel, berdasarkan pendataan secara mandiri. Mereka disebut mengalami kerugian materiil maupun non-materiil.
"Kami tidak nyolong, kami tidak mau merampok, kami hanya meminta apa yang hak kami untuk kembali," kata Uli dikutip dari Antara, Kamis, 18 Juni 2025.
Uli menyampaikan dugaan tersebut muncul setelah berbagai polemik penipuan yang terjadi. Contohnya, salah satu jemaah kehilangan uang beberapa hari setelah melunasi biaya umrah setelah Direktur Utama Hanania Group Ahmad Syah Farhan Rachman ditahan Polda Metro Jaya.
"Dua hari kemudian uangnya sudah tidak ada. Secara akal sehat itu nggak mungkin. Ada hal yang sangat salah yang sudah terjadi di manajemen Hanania," ungkap Uli.
Berdasarkan catatannya secara mandiri, ada sekitar 1.500 korban penipuan travel itu pada periode bulan Syawal. Kemudian ada lagi sekitar 1.400 korban pada periode keberangkatan bulan Juni-Juli.
.jpeg)
Kawasan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Fachri.
"Ada beberapa jamaah calon Haji Plus juga di situ Bapak-Ibu, yang belum disetorkan porsinya. Jadi kami yang hadir di sini hanya sebagian kecil dari jamaah yang secara domisili tersebar di seluruh Indonesia," ungkap Uli
Mewakili seluruh korban, Uli berharap para anggota DPR RI mendengar dan turut mencari solusi untuk ribuan korban yang gagal berangkat tersebut. Dia menegaskan, para korban hanya berharap untuk bisa beribadah, terlebih lagi hal itu pun sudah diamanatkan dalam konstitusi.
"Saya yakin Indonesia tidak kekurangan regulasi, kami tidak kekurangan regulator. Ini adalah masalah yang sudah terjadi dari sejak First Travel," ujar Uli.