Bhabinkamtibmas Polsek Lubuk Begalung, Aipda Dian Wihendro Ratno, aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat. (Foto: Dok. Metro TV)
Aipda Dian Wihendro Ratno, Polisi Penggerak Sekolah Lansia dan Penolong Anak Yatim
Patrick Pinaria • 10 May 2026 14:57
Banuaran: Kepedulian terhadap sesama sudah seharusnya menjadi bagian dari kehidupan manusia, tanpa memandang profesi apa pun. Semangat itu setidaknya ditunjukkan Bhabinkamtibmas Polsek Lubuk Begalung, Aipda Dian Wihendro Ratno, di wilayah tugasnya.
Berbagai kegiatan sosial bagi lansia dan anak yatim di Kelurahan Banuaran, Sumatra Barat, menjadi langkah konkret kepedulian yang dilakukan Aipda Dian. Selain mengabdikan diri sebagai anggota Polri, ia aktif membina sekolah lansia, menyalurkan bantuan sembako, hingga mendukung kegiatan yayasan anak yatim.
Di sela kegiatan senam lansia yang rutin digelar dua kali dalam sepekan, Aipda Dian tampak memimpin langsung jalannya senam bersama puluhan lansia. Ia mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para peserta.
"Kalau ada lansia yang tidak datang karena sakit atau kesulitan berjalan, biasanya kami jemput. Yang penting mereka tetap semangat dan bahagia," ujar Dian dalam program Presisi Mengayomi di Metro TV, Jumat, 8 Mei 2026.
Dian mengaku cita-citanya menjadi polisi sudah tumbuh sejak kecil. Namun kondisi ekonomi keluarga sempat membuat impian itu terasa sulit diwujudkan. Ia bercerita, semasa sekolah di SMK 5 Padang, dirinya bekerja sebagai buruh bangunan untuk membiayai pendidikan hingga akhirnya berhasil menjadi anggota Polri.
"Orang tua saya dulu bilang kehidupan keluarga susah, tapi saya tetap berusaha. Saya sekolah sambil kerja buruh bangunan sampai akhirnya bisa jadi polisi," katanya.
Aipda Dian mengunjungi salah seorang lansia di Banuaran yang mengalami kesulitan berjalan akibat sakit lutut. (Foto: Dok. Metro TV)
Selama 23 tahun bertugas sebagai polisi, Dian mengaku selalu berusaha membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya lansia dan anak yatim.
"Dari hal kecil insyaallah bisa menjadi hal besar. Saya ingin terus peduli kepada warga yang membutuhkan, baik lansia maupun anak yatim," ucap Dian.
Saat ini, Dian aktif membina sekolah lansia yang diikuti 45 orang. Berbagai kegiatan dilakukan untuk menjaga kesehatan dan semangat para lansia, mulai dari senam, pemeriksaan kesehatan, hingga kegiatan menggambar bersama.
"Kami juga bekerja sama dengan tim kesehatan agar para lansia tetap aktif dan ceria," katanya.
Kepedulian Dian juga terlihat ketika mengunjungi salah seorang lansia bernama Rawang yang mengalami kesulitan berjalan akibat sakit pada lututnya. Dengan sabar, ia membujuk sang nenek untuk tetap mengikuti kegiatan sekolah lansia dan menawarkan bantuan untuk mengantarnya.
Selain mendampingi lansia, Dian turut terlibat dalam kegiatan Jumat Berkah bersama Yayasan Berkah Amal Salih di Kelurahan Banuaran. Bersama relawan yayasan, ia membantu menyiapkan makanan sehat untuk anak-anak yatim.
Relawan Yayasan Berkah Amal Salih, Herawati Taher, mengatakan kehadiran Aipda Dian membawa banyak perubahan bagi yayasan tersebut.
"Dengan kehadiran Pak Dian, banyak perkembangan di yayasan ini. Tempat kami direnovasi dan beliau juga banyak membantu, baik secara materi maupun dukungan lainnya," ujar Herawati.
Menurut Herawati, sebelum bergabung dengan yayasan, Dian pernah bertugas sebagai anggota Buser. Setelah melihat kondisi yayasan yang dinilai kurang layak untuk menampung anak-anak yatim, Dian langsung menyatakan ingin ikut membantu dan berbagi.
Aipda Dian aktif mendukung kegiatan Yayasan Berkah Amal Salih melalui program Jumat Berkah untuk anak-anak yatim. (Foto: Dok. Metro TV)
Dukungan terhadap kegiatan sosial Dian juga datang dari jajaran pimpinan Polri. Dian mengatakan para pimpinan terus memberikan semangat agar dirinya tetap menjalankan kegiatan sosial bagi masyarakat.
"Pimpinan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami selalu diberi dukungan untuk terus hadir membantu masyarakat," katanya.
Kapolda Sumatra Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, turut mengapresiasi pengabdian yang dilakukan Aipda Dian. Menurutnya, sosok Bhabinkamtibmas memang harus menjadi polisi yang dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan warga.
"Ini bentuk pengabdian sesungguhnya. Polisi harus menjadi penolong masyarakat dan Bhabinkamtibmas adalah polisi yang paling dekat dengan warga," ujar Gatot.
Selain aktif di kegiatan sosial, Dian juga rutin membantu pengaturan lalu lintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di wilayah Banuaran dan Koto Baru. Bersama warga dan para remaja setempat, ia membantu mengingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas.
Aipda Dian Wihendro Ratno membantu pengaturan lalu lintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Banuaran, Sumatra Barat. (Foto: Dok. Metro TV)
Tokoh masyarakat sekaligus relawan palang kereta api, Deni, mengatakan Dian aktif mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keselamatan di lokasi tersebut.
"Kalau ada kereta lewat dan belum ada yang jaga, Pak Dian langsung turun membantu. Sekarang sudah ada pembinaan sehingga masyarakat ikut terlibat menjaga," kata Deni.
Di sisi lain, Dian juga memberdayakan warga melalui usaha UMKM keripik pisang yang dikelolanya bersama ibu-ibu di Kelurahan Banuaran. Sebagian hasil usaha tersebut digunakan untuk membantu kegiatan sosial di yayasan.
"Sebagian hasil usaha dipakai untuk keluarga, sebagian lagi kami salurkan ke yayasan dan membantu ibu-ibu di sini supaya tetap punya penghasilan," ujarnya.
Relawan lainnya, Dian Eka Putriani, menilai Aipda Dian sebagai sosok yang tulus membantu masyarakat. Ia mengaku banyak warga memilih melapor kepada Dian ketika menghadapi persoalan di lingkungan mereka.
"Respons Pak Dian cepat. Warga merasa terbantu dan merasa aman," katanya.
Melalui berbagai kegiatan sosial yang dijalankan, Aipda Dian Wihendro Ratno menunjukkan pengabdian sebagai anggota Polri tidak hanya dilakukan melalui tugas keamanan, tetapi juga lewat kepedulian dan kedekatan dengan masyarakat.