Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri bersama Wagub DKI Jakarta, Rano Karno. Foto: ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya
Kapolda Metro Jaya Dukung Gerakan Pilah Sampah di Jakarta
Fachri Audhia Hafiez • 10 May 2026 14:15
Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Edi Suheri menegaskan bahwa Gerakan Pilah Sampah merupakan langkah krusial dalam menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan di Ibu Kota. Dukungan penuh diberikan kepolisian terhadap inisiatif Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Gerakan ini sangat positif untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan lingkungan. Kami mendukung upaya bersama menjaga Jakarta tetap bersih dan nyaman,” ujar Edi saat menghadiri Deklarasi Gerakan Pilah Sampah di Pedestrian Plaza Festival, Rasuna Said, Jakarta Selatan, dilansir Antara, Minggu, 10 Mei 2026.
Baca Juga :
Edi menilai persoalan sampah di Jakarta merupakan tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, dimulai dari unit terkecil, akan memberikan dampak signifikan bagi ekosistem perkotaan.
“Kalau dilakukan bersama-sama dan dimulai dari hal kecil seperti memilah sampah, tentu dampaknya akan besar untuk lingkungan,” tuturnya.
Gerakan bertajuk “Jaga Jakarta Bersih dengan Pilah Sampah” ini juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Jakarta Nomor 5 Tahun 2026. Aturan tersebut mewajibkan pemilahan sampah dari sumbernya, baik di lingkup rumah tangga, perkantoran, hingga tempat usaha.
.jpeg)
Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta digelar di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, pada Minggu, 10 Mei 2026. Foto: Tangkapan layar program Live Event Metro TV.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang turut hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa gerakan serentak ini bertujuan utama untuk mengurangi beban di TPST Bantargebang yang kian mengkhawatirkan.
"Secara resmi Pemerintah Jakarta mengadakan kegiatan pilah sampah sesuai dengan instruksi gubernur. Dan kegiatan ini tidak setengah-setengah karena semuanya berjalan serentak di lima kota dan juga di Pulau Seribu untuk melakukan pilah sampah," tegas Pramono.
Pramono meyakini, jika pemisahan sampah organik dan anorganik berjalan efektif, maka sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir nantinya hanya berupa residu.
"Saya meyakini kalau ini bisa berjalan berhasil. Jakarta hanya akan bisa menimbun residunya, tidak seperti sekarang. Kalau sekarang kan semuanya diangkut ke Bantargebang. Sekarang kita mulai dengan dipilah terlebih dahulu, organik dan anorganik dipisahkan," ucap Pramono.