Empat Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi Lewat Udara

Petugas gabungan membawa seorang korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 setelah dievakuasi di Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr

Empat Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi Lewat Udara

Silvana Febiari • 16 September 2026 11:03

Banjarbaru: Basarnas berhasil mengevakuasi empat jenazah korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 menggunakan helikopter menuju Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan evakuasi udara dilakukan secara bertahap pada Selasa, 15 September 2026. Proses diawali dengan pendaratan helikopter HR-3601 pada pukul 11.23 WITA yang membawa dua korban meninggal dunia dari TB Trans Coal Pacific.

"Pada pukul 11.55 WITA, helikopter AS-365 P-3013 menyusul mendarat di Bandara Syamsudin Noor dengan membawa dua korban meninggal dunia lainnya yang juga berhasil dievakuasi dari perairan," kata Syafii, dilansir dari Antara, Rabu, 16 September 2026.


Selain evakuasi korban meninggal, sebanyak 22 korban selamat juga telah dievakuasi dari KM Cahaya Bahari Jaya ke KRI Nala. Mereka kemudian dibawa ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menggunakan Rigid Buoyant Boat (RBB) Lanal Banjarmasin.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan mencatat total 114 penumpang telah berhasil dievakuasi. Rinciannya, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.


Kepala Basarnas Mohammad Syafii. ANTARA/Tumpal Andani Aritonang


Basarnas menegaskan fokus utama operasi pencarian saat ini ditujukan untuk menyisir keberadaan 129 penumpang yang masih dilaporkan hilang. Operasi SAR ini melibatkan sebanyak 1.097 personel gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polda Kalimantan Selatan, serta potensi SAR, dengan dukungan lima unit alutsista udara dan 17 unit kapal patroli laut.

"Operasi pencarian terus kami optimalkan dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Setiap perkembangan di lapangan terus kami evaluasi untuk memastikan search area dapat ditentukan secara efektif," ungkap dia.

Pesawat penunjang seperti Cessna 208 Caravan juga telah diterjunkan untuk memperluas pemantauan visual dari udara. Langkah ini dilakukan guna mengoptimalkan peluang ditemukannya seluruh korban hilang.

(Silvana Febiari)