Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Jakarta Incar Perputaran Uang Rp20 Triliun hingga Lebaran
Aris Setya • 18 February 2026 14:27
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memproyeksikan perputaran ekonomi di ibu kota akan melonjak tajam menyusul rangkaian hari besar keagamaan di awal tahun 2026. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno optimistis pergerakan ekonomi Jakarta bakal menembus angka lebih dari Rp20 triliun hingga puncaknya pada Idulfitri 1447 Hijriah.
"Nanti, tanggal 8 Maret akan ada Nyepi, ekonomi Jakarta akan bergerak. (Kami optimistis) saat Ramadan hingga menuju Idulfitri, perputaran ekonomi di Jakarta bisa lebih dari Rp20 triliun," ujar Rano di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Hal itu disampaikan Rano usai sukses mencatatkan angka Rp9 triliun pada perayaan Imlek 2026. "Kegiatan Imlek kemarin, perputaran ekonomi di Jakarta Rp9 triliun," ujar Rano.
Optimisme ini didasari atas keberhasilan Jakarta dalam menyelenggarakan berbagai festival besar yang mampu menarik massa dan menggerakkan sektor konsumsi. Sebelumnya, Pemprov DKI telah menggelar Festival Imlek Jakarta di Bundaran HI, Festival Pecinan di TMII, hingga video mapping di kawasan Monas yang terbukti efektif menggerakkan geliat ekonomi warga.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok. Antara.
Tak hanya festival budaya, pergerakan ekonomi juga dipacu melalui Lomba Dekorasi Imlek yang melibatkan 98 gedung di Jakarta serta Jakarta Light Festival di kawasan Kota Tua. Momentum ini diyakini akan terus terjaga hingga perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret mendatang di Glodok, sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Menurut Rano, keberlanjutan agenda kegiatan mulai dari Imlek, Nyepi, hingga Hari Raya Idulfitri akan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun ini. Sinergi antara acara publik, keterlibatan sektor bisnis, dan konsumsi rumah tangga diharapkan mampu mencapai target angka Rp20 triliun tersebut guna memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional.