Ditresnarkoba Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Sugeng Sudarso, (tengah) di Mapolda Sulsel, Senin, 29 Juni 2026. (Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin)
Polda Sulsel Gagalkan Peredaran 4 Kilogram Sabu Jaringan Malaysia
Muhammad Syawaluddin • 30 June 2026 11:33
Makassar: Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Selatan mengagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu seberat 4,4 kilogram. Dua pelaku ditangkap.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Sugeng Sudarso, mengatakan pengungkapan berawal pada 18 Juni 2026, tim Ditresnarkoba Polda Sulawesi Selatan menangkap seseorang berinisial AM, saat turun dari kapal di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.
"Dari tersangka AM, anggota Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sulsel berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 103,64 gram," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 29 Juni 2026.
Baca Juga :
"NR ditangkap di Jalan Soekarno-Hatta Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, pada Minggu 21 Juni 2026," ungkapnya.
Setelah menangkap NR, pihak kepolisian langsung melakukan pengembangan di tempat tinggal tersangka yang kemudian ditemukan 4 kilogram narkotika golongan satu jenis sabu yang disimpan.
"Dari hasil pengledahan tersangka NR, anggota Subdit 3 Dirresnarkoba Polda Susel mengamankan 1 kardus yang berisi 4 bukus narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 4.051 gram atau 4 kilo," jelasnya.
%20(1).jpg)
Ilustrasi narkoba. Foto- Metrotvnews.com
Setelah menjalani pemeriksaan intensif, para pelaku yang ditangkap di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar diupah sebesar Rp10 juta untuk sekali menyeberangkan narkotika tersebut ke wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.
"Kemudian dalam pengirimannya, tersangka menerima upah Rp10 juta setiap kali melakukan pengiriman," jelasnya lagi.
Tersangka Merupakan Jaringan Internasional
Sugeng juga mengungkapkan, dari pemeriksaan keduanya pihaknya menyimpulkan bahwa terssangka tersebut merupakan jaringan baru. Hal itu berdasarkan kemasan yang digunakan oleh para tersangka."Tapi ini jalur baru yang langsung dari Pekanbaru dan asalnya dari Malaysia. Mungkin ini adalah pengedar baru atau penyuplai baru," ungkapnya.
Namun pihaknya berjanji akan melakukan pengembangan dari hasil pengungkapan tersebut. Sementara para tersangka saat ini berada di Rumah Tahanan Polda Sulawesi Selatan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Akibat perbuatannya, para pelaku Pasal 114 ayat (2) juncto Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, kemudian Pasal 609 ayat 2 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 132 ayat 1 tentang permufakatan jahat tindak pidana narkotika sendiri.