Global Sumud Flotilla Akan Kembali Kirim Armada Bantuan ke Gaza

Kapal Global Sumud Flotilla (GSF) saat berlayar menuju Gaza membawa bantuan. Foto: Anadolu

Global Sumud Flotilla Akan Kembali Kirim Armada Bantuan ke Gaza

Fajar Nugraha • 6 February 2026 09:44

Johannesburg: Kelompok Global Sumud Flotilla dikabarkan akan kembali kirim armada bantuan ke Gaza.

Rencana pengiriman misi kemanusiaan baru berskala besar itu dijadwalkan berlayar pada Maret mendatang. Pengumuman ini disampaikan oleh kelompok Global Sumud Flotilla dalam pertemuan di yayasan mendiang Nelson Mandela di Johannesburg, Afrika Selatan, Kamis 5 Februari 2026.

Misi yang diberi nama Armada Global Sumud tersebut akan melibatkan lebih dari 100 kapal yang mengangkut sekitar 1.000 aktivis, termasuk tim medis dan penyelidik kejahatan perang. Kampanye ini digambarkan sebagai mobilisasi sipil terbesar yang pernah dilakukan untuk menentang tindakan militer Israel di Gaza.

Cucu Nelson Mandela, Mandla Mandela, menyatakan bahwa pelayaran ini merupakan gerakan bagi mereka yang ingin menegakkan keadilan dan martabat. Selain jalur laut, misi ini juga akan didukung oleh konvoi darat melalui negara-negara Arab tetangga yang diperkirakan akan menarik ribuan pendukung tambahan.

"Ini adalah perjuangan bagi mereka yang ingin bangkit dan membela keadilan serta martabat bagi semua orang," ujar Mandla Mandela, yang sebelumnya pernah ditangkap oleh otoritas Israel dalam misi serupa tahun lalu, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat, 6 Februari 2026.

Misi ini merupakan tindak lanjut setelah insiden pada Oktober lalu, di mana militer Israel mencegat sekitar 40 kapal bantuan dan menahan lebih dari 450 peserta, termasuk aktivis lingkungan Greta Thunberg dan anggota Parlemen Eropa Rima Hassan.

Penyelenggara armada menegaskan bahwa tindakan mereka bertujuan untuk memecah pengepungan ilegal Israel yang telah memicu kondisi kelaparan di wilayah tersebut.

Aktivis melaporkan adanya kondisi menyerupai kelaparan akibat pembatasan ketat bantuan oleh Israel.

PBB mengatakan bantuan yang masuk sejak gencatan senjata bulan Oktober masih jauh dari kebutuhan mendesak warga Gaza. Otoritas Israel sebelumnya menyebut upaya pengiriman bantuan melalui laut ini sebagai aksi pencitraan.

Meskipun mengantisipasi adanya upaya penghadangan kembali oleh militer Israel, para aktivis meyakini bahwa hukum internasional berpihak pada mereka. Misi ini diharapkan dapat menarik perhatian dunia terhadap penderitaan warga Palestina dan memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan secara langsung untuk memutus blokade.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)