Personel MSF beroperasi di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)
Israel Larang MSF Beroperasi di Gaza, Diminta Angkat Kaki Akhir Bulan Ini
Muhammad Reyhansyah • 2 February 2026 11:43
Gaza: Israel melarang organisasi kemanusiaan Médecins Sans Frontières (MSF) atau Dokter Lintas Batas beroperasi di Jalur Gaza dan memerintahkan lembaga medis tersebut meninggalkan wilayah itu paling lambat 28 Februari mendatang.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Kementerian Urusan Diaspora Israel, yang menangani koordinasi dengan organisasi kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat. Kementerian menyatakan larangan itu diberlakukan setelah MSF menolak menyerahkan daftar stafnya kepada otoritas Israel.
Dalam pernyataan yang dikutip Anadolu Agency, Senin, 2 Februari 2026, kementerian menyebut MSF menolak “menyerahkan daftar karyawan lokal, sebuah persyaratan yang berlaku bagi seluruh organisasi kemanusiaan yang beroperasi di kawasan tersebut."
Kementerian tersebut menegaskan bahwa kebijakan itu bertujuan “memungkinkan kegiatan bantuan yang sah sekaligus mencegah penyalahgunaan kedok kemanusiaan untuk tujuan bermusuhan atau teroris." Israel juga mengklaim daftar pegawai tersebut “tidak dibagikan kepada pihak eksternal dan hanya digunakan untuk keperluan internal."
Namun, pada Jumat sebelumnya, MSF menyatakan tidak akan membagikan daftar staf Palestina maupun internasionalnya kepada Israel. Organisasi itu menilai Tel Aviv menolak memberikan “jaminan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan staf kami atau pengelolaan operasi kami secara independen”.
MSF merupakan salah satu organisasi kemanusiaan terbesar yang masih beroperasi di Gaza. Penghentian aktivitasnya diperkirakan akan menimbulkan dampak serius terhadap layanan medis yang telah berada dalam kondisi sangat terbatas di wilayah tersebut.
Perang Israel di Gaza yang telah berlangsung hampir dua tahun dilaporkan menewaskan hampir 71.800 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.400 orang. Serangan tersebut juga menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi wilayah tersebut mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.
Baca juga: Rafah Kembali Dibuka, Warga Gaza Bisa Keluar Masuk Secara Terbatas