WHO Sebut 18.500 Warga Gaza Masih Butuh Evakuasi Medis Mendesak

Logo WHO di kantor pusatnya di Jenewa, Swiss. (EPA)

WHO Sebut 18.500 Warga Gaza Masih Butuh Evakuasi Medis Mendesak

Muhammad Reyhansyah • 13 January 2026 08:50

Jenewa: Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan lebih dari 18.500 orang di Jalur Gaza masih membutuhkan evakuasi medis mendesak. Ia menyerukan negara-negara di dunia untuk membuka pintu bagi lebih banyak pasien dari wilayah tersebut.

“Pekan lalu, WHO mendukung evakuasi medis 18 pasien dan 36 pendamping dari Gaza ke Yordania untuk perawatan trauma, kanker, gangguan gastrointestinal, penyakit ginjal, imunologis, serta kondisi serius lainnya,” ujar Tedros dalam unggahan di platform X, seperti dikutip Anadolu, Selasa, 13 Januari 2026.

Tedros menyampaikan apresiasi kepada Yordania atas solidaritas berkelanjutan dan kesediaannya menerima pasien yang membutuhkan perawatan penyelamat nyawa. Menurutnya, sejak Oktober 2023, lebih dari 10.700 pasien telah dievakuasi dari Gaza untuk mendapatkan perawatan khusus di lebih dari 30 negara.

“Namun, lebih dari 18.500 orang, termasuk sekitar 4.000 anak, masih sangat membutuhkan evakuasi medis segera,” kata Tedros. Ia menegaskan WHO mendesak lebih banyak negara untuk menerima pasien dari Gaza, serta meminta agar jalur evakuasi medis ke Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dapat dipulihkan.

Sejak Oktober 2023, ofensif militer Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan lebih dari 71.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.000 lainnya.

Meski perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat serangan masih berlanjut. Sejak gencatan senjata diberlakukan, sedikitnya 442 warga Palestina dilaporkan tewas dan 1.236 lainnya terluka.

Baca juga:  WHO Prediksi Gizi Buruk Anak-Anak di Gaza Berlanjut hingga 2026

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)