Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan saat memimpin pengujian formula bubuk tepung yang dicampur air dalam pemadaman lahan gambut di Banjarbaru. ANTARA/Firman
Polda Kalsel Uji Cairan Tepung Padamkan Kebakaran di Lahan Gambut
Silvana Febiari • 28 August 2026 09:32
Banjarbaru: Polda Kalimantan Selatan menggunakan cairan tepung untuk meningkatkan efektivitas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah lahan gambut Banjarbaru. Upaya tersebut difokuskan pada area prioritas, termasuk sekitar bandara, guna mencegah kabut asap yang mengganggu penerbangan.
"Atas dukungan dan arahan bapak Kapolri, kami melakukan pengujian formula bubuk tepung yang dicampur air ini dan hasilnya menunjukkan efektif menekan laju api," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, dilansir dari Antara, Jumat, 28 Agustus 2026.
Yudha mengungkapkan cairan campuran tepung itu, bantuan langsung dari Mabes Polri. Inovasi pemadam karhutla berbasis pati singkong (tepung ubi) yang dicampur dengan amonium polifosfat, air, dan zat pembasah untuk menghambat perambatan api.
Cara kerjanya, air dalam campuran berfungsi menyerap panas dan menurunkan suhu bahan bakar pada vegetasi. Sementara itu, pati singkong membantu cairan menempel lebih lama di permukaan tanah sehingga lahan dapat dibasahi secara lebih merata.
Selain itu, Polda Kalsel bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) telah menerapkan metode suntik gambut yaitu penyuntikan air langsung ke dalam tanah hingga kedalaman dua meter. Air yang disuntikkan berupa air dicampur busa untuk agen pembasah.

Satgas Darat memadamkan bara api di lahan gambut di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 24 Agustus 2026. (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)
Hasil uji coba menunjukkan penurunan suhu tanah secara signifikan dengan area sekitar radius satu meter dari titik suntik menjadi dingin dan sumber api bawah tanah. Saat ini Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel membantu pengembangan dan penggandaan formula cairan pembasah tersebut.
"Saya target dapat diproduksi dan digunakan secara lebih luas mulai hari ini khususnya melakukan pembasahan lahan gambut di tiga wilayah prioritas yakni Guntung Damar, hutan lindung Liang Anggang dan Pengayuan," ungkap Yudha.