Akses Jalan Lematang Gambir Kembali Bisa Dilalui Setelah 15 Tahun Terputus

Akses jalan Lematang RW 02, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, kembali bisa dilalui masyarakat setelah 15 tahun ditutup pagar. Metrotvnews.com/Christian

Akses Jalan Lematang Gambir Kembali Bisa Dilalui Setelah 15 Tahun Terputus

Christian • 3 September 2026 21:17

Jakarta: Akses jalan Lematang RW 02, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, kembali bisa dilalui masyarakat setelah 15 tahun ditutup pagar. Pihak Kecamatan Gambir membuka pagar dan membersihkan akses jalan tersebut agar bisa dilalui masyarakat.

“Hari ini kita buka portal dan pembersihan lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL). Sebelumnya akses jalan ini tidak dapat dilalui karena tertutup pagar,” ujar Camat Gambir Muhammad Iqbal saat diwawancarai di lokasi, Kamis, 3 September 2026.

Iqbal menjelaskan setelah akses jalan tersebut ditutup, justru berubah menjadi lapak PKL dan parkir liar. Kini, akses jalan tersebut akan dikembalikan sesuai peruntukannya.

“Jalan ini akan difungsikan kembali seperti semula, jadi tidak boleh ada lagi parkir liar dan PKL yang gelar dagangan mereka di sini,” ungkap Iqbal.

Akses jalan Lematang RW 02, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, kembali bisa dilalui masyarakat setelah 15 tahun ditutup pagar. Metrotvnews.com/Christian

Sementara itu, Lurah Cideng Arif Lingga Pratama mengatakan pembukaan pagar ini dilakukan setelah adanya kesepakatan dari warga setempat. Lokasi ini juga akan ditata ulang dengan memperbaiki saluran air dan mempercantik taman.

“Walaupun ini sudah dibuka tapi tetap akan ada pembatasan jam buka-tutup pagar. Tapi ini semua sudah sesuai kesepakatan bersama warga yang intinya dari yang sebelumnya tertutup rapat sekarang sudah bisa dilalui kendaraan,” ungkap Arif.

Baca Juga :

Pemkot Jakpus Kaji soal Penutupan Akses Jalan oleh Warga

Ketua RW 02 Daniel mengatakan penutupan akses jalannya ini dilakukan karena banyak aksi kriminal, mulai dari begal payudara, maling rumah kosong, maling spion mobil kendaraan, transaksi narkoba, hingga jambret.

“Penutupan jalan ini sudah terjadi sejak 2011 dan itu sesuai kesepakatan warga atas dasar keamanan, ketertiban, dan kenyamanan warga,” ungkap Daniel.

Daniel memastikan akses jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan. Pembukaan pagar ini akan dievaluasi kembali jika terjadi tindak kejahatan seperti sebelumnya.

“Kalau sekarang pagar sudah terbuka jadi siapapun sudah bisa lewat. Tapi jika ada kejadian yang seperti kriminal kembali terjadi mungkin akan dievaluasi kembali. Di lokasi ini juga telah dilengkapi CCTV,” ucap Daniel. 

(Achmad Zulfikar Fazli)