Sapi dengan bobot sekitar 1,1 hingga 1,2 ton terpilih oleh Presiden Prabowo untuk dikurbankan di Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Pemkab Bandung)
Sapi Kurban Presiden Prabowo Didominasi Jenis Premium Berbobot Besar
Silvana Febiari • 26 May 2026 15:18
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sapi-sapi tersebut berasal dari peternak lokal dan terdiri atas sapi premium dengan bobot di atas 800 kilogram hingga 1,3 ton.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan jenis sapi kurban yang disalurkan Presiden antara lain berjenis Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, FH, Belgian Blue, dan Charolais.
"Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal sehingga diharapkan momentum ini mereka dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi," kata Juri, dikutip dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026.
Dia menuturkan, seluruh sapi telah memiliki sertifikat kesehatan hewan, berusia di atas dua tahun, berjenis kelamin jantan. Sapi-sapi itu juga tidak cacat sehingga memenuhi syarat sebagai hewan kurban sesuai syariat Islam.
Juri menjelaskan pengadaan sapi kurban dilakukan melalui koordinasi Kementerian Sekretariat Negara melalui Sekretariat Presiden bersama Kementerian Pertanian, dinas peternakan dan kesehatan hewan daerah, serta Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI).
"Bapak Presiden juga berharap supaya ini juga momentum untuk pengembangan ya, industri peternakan di Indonesia secara mandiri dan memenuhi kebutuhan pangan, khususnya daging sapi dalam negeri," ungkap dia.
Juri mengatakan Presiden Prabowo juga mengarahkan agar sapi-sapi kurban tersebut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Penyalurannya dilakukan melalui pemerintah daerah, lembaga yang telah ditunjuk, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama yang dipercaya.

Seorang pengunjung sedang mengelus "Bison", sapi bantuan Presiden saat masih di MWC Farm Balikpapan. ANTARA/HO-Pemkot Balikpapan
Sebanyak 1.098 ekor sapi kurban tersebut terdiri atas 598 sapi untuk 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota serta 500 sapi lainnya untuk lembaga pendidikan, pondok pesantren, lembaga sosial keagamaan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Juri menjelaskan jumlah sapi untuk pemerintah daerah lebih banyak dibanding jumlah daerah penerima karena terdapat 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan standar bobot sapi presiden. Sehingga, 46 daerah tersebut menerima dua ekor sapi.
Dia menambahkan anggaran pengadaan sapi kurban berasal dari APBN melalui anggaran bantuan presiden untuk kemasyarakatan dengan nilai sekitar Rp100 miliar. Harga sapi disesuaikan dengan bobot dan lokasi masing-masing daerah.
"Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar," ucapnya.
Sementara itu, untuk Masjid Istiqlal Jakarta, Presiden menyerahkan satu ekor sapi jenis Simmental dengan bobot 1,3 ton.