Indocement Bangun PLTS Terbesar Sektor Semen untuk Tekan Emisi Karbon

PLTS Indocement di Site Citeureup. Foto: dok Indocement.

Indocement Bangun PLTS Terbesar Sektor Semen untuk Tekan Emisi Karbon

Ade Hapsari Lestarini • 25 May 2026 14:48

Jakarta: PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) mengambil langkah terdepan dalam transformasi industri. Perseroan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbesar di sektor semen di Indonesia, dengan total kapasitas mencapai 71,9 MW di tiga kompleks pabrik utama: Citeureup, Cirebon, dan Tarjun.

Langkah ini menegaskan posisi Indocement sebagai pionir dekarbonisasi di industri berat (hard-to-abate sector), sekaligus menjadi benchmark transisi energi tidak lagi bersifat wacana, melainkan sudah berjalan dalam skala industri.

Inisiatif ini juga menjadi kontribusi konkret terhadap target pemerintah Indonesia dalam mencapai net zero emission 2060 dan percepatan bauran energi terbarukan. Di tengah tekanan global terhadap industri semen, langkah ini menunjukkan dekarbonisasi dapat dilakukan tanpa mengorbankan skala, efisiensi, maupun daya saing industri.

Instalasi PLTS ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 108 juta kWh energi bersih per tahun, menurunkan emisi karbon lebih dari 85 ribu ton CO? per tahun, serta memberikan dampak lingkungan setara dengan 1,4 juta pohon tertanam per tahun, sebuah skala dampak yang menempatkan proyek ini sebagai salah satu inisiatif dekarbonisasi industri paling signifikan di Indonesia saat ini.
 

 

Menurunkan jejak karbon operasional


Namun, bagi Indocement, ini bukan sekadar proyek energi. Transformasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menurunkan jejak karbon operasional secara menyeluruh, melalui:
  1. Pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti refuse-derived fuel (RDF).
  2. Optimalisasi bahan baku alternatif untuk menekan emisi proses.
  3. Pengembangan roadmap energi rendah karbon.
  4. Inovasi produk semen yang lebih ramah lingkungan.



Sebagai bagian dari grup global Heidelberg Materials, Indocement juga membawa standar keberlanjutan kelas dunia ke dalam operasionalnya di Indonesia, memastikan transformasi ini tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga kompetitif secara global.

"Industri semen tidak punya pilihan selain bertransformasi. Di Indocement, kami memilih untuk memimpinnya. Pembangunan PLTS terbesar di sektor ini adalah bukti dekarbonisasi bisa dilakukan secara nyata, dalam skala besar, terukur, dan terintegrasi dengan kebutuhan operasional industri," ungkap Direktur Indocement Holger Mørch, dalam keterangan tertulis, Senin, 25 Mei 2026.
 

Untuk merealisasikan inisiatif ini, Indocement menggandeng SUN Energy sebagai mitra strategis dalam menghadirkan solusi energi terbarukan yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi sebagai bagian dari sistem operasional industri masa depan. Melalui pendekatan sustainability-as-a-service, SUN menghadirkan solusi yang memastikan:
  1. Keandalan energi untuk operasional industri berat.
  2. Efisiensi biaya jangka panjang.
  3. Peningkatan energy security di tengah volatilitas energi global.

"Bagi kami, peran SUN bukan hanya sebagai penyedia PLTS, tetapi sebagai mitra dekarbonisasi bagi industri. Kami memastikan solusi yang kami hadirkan adaptif terhadap kebutuhan operasional, tetap andal dalam jangka panjang, dan relevan secara bisnis. Kolaborasi dengan Indocement ini menunjukkan transisi energi bisa dijalankan tanpa mengganggu produktivitas, bahkan justru memperkuat daya saing industri," tambah Director of Power, SUN, Jefferson Kuesar.

Kolaborasi ini menandai sebuah pergeseran penting, dari inisiatif keberlanjutan yang bersifat tambahan, menjadi core strategy dalam operasional industri. Dengan skala dan pendekatan yang terintegrasi, proyek ini menjadi sinyal kuat dekarbonisasi industri di Indonesia sedang terjadi sekarang melalui langkah yang terukur dan berkelanjutan.

(Ade Hapsari Lestarini)