NATO Kembali Cegat Rudal Iran di Langit Turki

Rudal Iran diluncurkan ke arah pangkalan militer AS. Foto: Press TV

NATO Kembali Cegat Rudal Iran di Langit Turki

Fajar Nugraha • 10 March 2026 09:53

Ankara: Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melaporkan telah menembak jatuh rudal balistik kedua milik Iran yang melanggar ruang udara Turki. 

Insiden ini memicu peringatan keras dari Pemerintah Turki kepada Teheran agar segera menghentikan langkah-langkah provokatif yang membahayakan stabilitas kawasan.

Ini merupakan insiden serupa kedua dalam lima hari terakhir di wilayah udara Turki, yang merupakan anggota NATO. Aliansi tersebut menegaskan kembali kesiapannya untuk mempertahankan seluruh sekutu dari segala bentuk ancaman militer.

Kementerian Luar Negeri Turki melaporkan bahwa serpihan proyektil jatuh di wilayah terbuka di Gaziantep, sekitar 200 km sebelah timur Adana, pada pukul 11.30 waktu setempat. Meski menimbulkan suara dentuman yang sangat keras, otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan dalam kejadian tersebut.

Seorang saksi mata di distrik Guneysehir menceritakan bahwa warga sempat mengira ledakan berasal dari lokasi konstruksi sebelum akhirnya menemukan potongan rudal balistik di area perumahan.

"Kami mendengar ledakan besar, namun tidak ada api atau ledakan lanjutan setelah benda itu jatuh," ujar Ramazan Akpinar, seorang warga lokal, seperti dikutip Channel News Asia, Selasa, 10 Maret 2026.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan bahwa negaranya akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan bangsa. Pasca-rapat kabinet, Erdogan menyayangkan sikap keras kepala pihak-pihak tertentu yang terus melakukan provokasi meskipun peringatan tulus telah diberikan.

Kementerian Luar Negeri Turki kembali memanggil Duta Besar Iran untuk menyampaikan protes keras, serupa dengan yang dilakukan pada insiden pertama 4 Maret lalu. Pasukan Spanyol yang mengoperasikan baterai rudal Patriot di pangkalan udara Incirlik dilaporkan mendeteksi serangan tersebut sebelum dilakukan intersepsi oleh sistem pertahanan aliansi.

Menyusul eskalasi ini, Washington mendesak seluruh warga negara Amerika Serikat untuk segera meninggalkan wilayah tenggara Turki, lokasi di mana banyak personel militer Amerika Serikat (AS) ditempatkan.

Sejak dimulainya konflik AS-Israel terhadap Iran, Teheran terus membalas dengan meluncurkan serangan ke berbagai aset Amerika di Timur Tengah. Meskipun Turki secara resmi tidak terlibat dalam perang, kehadiran infrastruktur militer strategis seperti Pangkalan Udara Incirlik menjadikan wilayah udaranya rentan terhadap lintasan rudal balistik.

Kepala Komunikasi Kepresidenan Turki, Burhanettin Duran, melalui platform X mengatakan bahwa Turki tidak akan ragu untuk melindungi keamanan perbatasan dan ruang udaranya. Ia mendesak semua pihak, terutama Iran, untuk menahan diri dari tindakan yang membahayakan keselamatan sipil.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)