Harga Emas Turun 1,5%, Simak Penyebab dan Prospeknya

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Turun 1,5%, Simak Penyebab dan Prospeknya

Eko Nordiansyah • 19 August 2026 08:45

Chicago: Harga emas dunia turun 1,5 persen pada Selasa, 18 Agustus 2026, tertekan kenaikan imbal hasil Treasury Amerika Serikat (AS) dan harga minyak. Pelaku pasar juga menantikan risalah rapat Federal Reserve Juli untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter.

Mengutip Investing, Rabu, 19 Agustus 2026, harga emas spot turun 1,5 persen menjadi USD4.351,23 per ons. Sementara itu, emas berjangka turun 1,6 persen menjadi USD4.404,57 per ons.

Harga emas sebelumnya menguat selama dua pekan terakhir, didukung data ekonomi AS yang lebih lemah, terutama dari pasar tenaga kerja dan inflasi. Kondisi tersebut mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Yield Treasury 30 tahun capai level tertinggi

Kenaikan yield Treasury menjadi salah satu tekanan terhadap harga emas. Imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun sempat mencapai 5,335 persen pada Selasa, level tertinggi sejak Juni 2007.

Yield tersebut kemudian berbalik turun dan terakhir tercatat sebesar 5,286 persen, atau melemah 2,4 basis poin.

Aksi jual Treasury terjadi meskipun data harga konsumen dan produsen AS pada pekan sebelumnya menunjukkan perkembangan yang moderat. Kenaikan harga minyak kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi sehingga mengimbangi dampak dari data ekonomi yang lebih lemah.

Penerbitan obligasi dalam jumlah besar oleh perusahaan teknologi untuk membiayai pembangunan infrastruktur kecerdasan artifisial (AI) juga menambah perhatian pasar terhadap tingkat utang.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Imbal hasil Treasury tenor panjang mengalami tekanan lebih besar dibandingkan tenor pendek karena obligasi dengan jatuh tempo lebih panjang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga dan ekspektasi inflasi.

Pelaku pasar selanjutnya menantikan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juli yang dijadwalkan dirilis pada Rabu, 19 Agustus 2026. Risalah tersebut akan menjadi perhatian investor untuk melihat pandangan pejabat The Fed mengenai prospek kebijakan moneter.

Tiga presiden Federal Reserve regional sebelumnya menyampaikan perbedaan pandangan terhadap keputusan FOMC mempertahankan suku bunga pada Juli. Investor akan mencermati risalah tersebut untuk melihat indikasi lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.

Pembelian Bank Sentral topang harga emas

Di tengah tekanan jangka pendek, pembelian bank sentral masih menjadi salah satu faktor yang mendukung harga emas.

Pembelian emas oleh bank sentral global mencapai 244 ton pada kuartal I-2026, menjadi total kuartalan tertinggi sejak kuartal IV-2024. Sementara itu, Tiongkok menambah cadangan emas sebesar delapan ton pada April 2026, pembelian bulanan terbesar sejak Desember 2024.

Analis ANZ melihat diversifikasi cadangan bank sentral sebagai salah satu sumber dukungan jangka panjang bagi harga emas.

ANZ memperkirakan harga emas dapat mencapai USD5.200 per ons pada akhir 2026, didukung permintaan diversifikasi bank sentral dan ketidakpastian hubungan internasional.

(Eko Nordiansyah)