Suriah Kecam Netanyahu yang Masuk ke Wilayahnya Secara Ilegal

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di wilayah Gunung Hermon, Suriah. Foto: Prime Minister Media Advisor

Suriah Kecam Netanyahu yang Masuk ke Wilayahnya Secara Ilegal

Fajar Nugraha • 10 September 2026 08:48

Damaskus: Suriah mengecam tindakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang memasuki wilayah Suriah yang diduduki.

"Langkah tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional yang bersifat provokatif," tegas Pemerintah Israel, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 10 September 2026.

Netanyahu mengunjungi kawasan Gunung Hermon yang diduduki Israel pada hari itu bersama Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.

Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam apa yang disebutnya sebagai "masuknya" Netanyahu secara ilegal, dengan menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan "pelanggaran nyata" terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah.

Pihaknya memperingatkan bahwa intrusi dan serangan Israel yang terus berlanjut di dalam wilayah Suriah menandai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan.

Damaskus menyatakan Israel bertanggung jawab atas segala konsekuensinya dan mendesak PBB, organisasi internasional, serta negara-negara berpengaruh untuk bertindak menghentikan serangan tersebut dan memastikan kembali dipatuhinya kesepakatan pemisahan pasukan pada 1974.

Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu mengklaim bahwa Israel telah membangun "kendali mutlak" yang belum pernah terjadi sebelumnya atas wilayah yang membentang dari Gunung Hermon hingga Sungai Yarmouk.

Ia juga menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan apa yang disebutnya sebagai "kekuatan teroris" untuk membangun kehadiran di dekat perbatasannya.

Sementara itu, Katz mengisyaratkan niat Israel untuk mempertahankan pendudukan atas wilayah tersebut. "Kami berada di sini, di Gunung Hermon, dan kami tidak akan beranjak dari sini," ujarnya dalam sebuah video terpisah.

Israel telah menduduki Dataran Tinggi Golan milik Suriah sejak tahun 1967 dan secara sepihak mencaplok wilayah tersebut pada 1981 dan tidak diakui oleh komunitas internasional.

Pasukan Israel juga telah memperluas kendali mereka di dalam wilayah Suriah di tengah perkembangan situasi kawasan baru-baru ini.

(Fajar Nugraha)