Ilustrasi. Foto: Freepik.
Ini Faktor Pendukung yang Jaga Momentum Kenaikan Harga Emas
Eko Nordiansyah • 2 July 2026 10:46
Jakarta: Harga emas diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan emas dalam jangka pendek mulai menunjukkan sinyal positif setelah berhasil mempertahankan area support penting.
"Kombinasi indikator teknikal yang semakin mengarah ke tren bullish serta sentimen fundamental yang masih mendukung aset safe haven menjadi faktor yang berpotensi menjaga momentum kenaikan harga," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.
Geraldo menjelaskan, pada grafik H1, harga emas berhasil bertahan di atas level support USD4.025. Area tersebut menjadi titik penting karena mampu menahan tekanan jual sekaligus memicu munculnya kembali minat beli dari pelaku pasar.
"Bertahannya harga di atas support tersebut menunjukkan buyer mulai mengambil alih kendali sehingga peluang kenaikan masih terbuka dalam waktu dekat," ungkap dia.
Menurut dia, reaksi beli yang muncul dari area support tersebut menjadi salah satu indikasi struktur kenaikan jangka pendek masih tetap terjaga. Hal ini diperkuat dengan terbentuknya pola higher low, yaitu kondisi ketika titik terendah terbaru berada lebih tinggi dibandingkan titik terendah sebelumnya.
"Selama harga mampu bertahan di atas level support USD4.025, peluang penguatan masih cukup besar. Area tersebut menjadi level penting yang perlu diperhatikan trader sebagai penentu arah pergerakan berikutnya," ujar Geraldo.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Bappebti)
Emas berpotensi melanjutkan kenaikan
Dengan struktur harga yang semakin membaik, Dupoin Futures memperkirakan emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance pertama di level USD4.115. Level tersebut dipandang sebagai tantangan terdekat bagi harga emas untuk mengonfirmasi kelanjutan tren bullish.Apabila harga mampu menembus resistance tersebut disertai peningkatan volume transaksi, maka peluang kenaikan diperkirakan akan semakin besar. Dalam skenario tersebut, target penguatan berikutnya berada di kisaran level USD4.168 yang menjadi resistance lanjutan dalam jangka pendek.
Dari sisi indikator teknikal, sinyal positif juga terlihat pada Moving Average (MA) 21 dan MA 34. Kedua indikator tersebut kini mulai berubah fungsi menjadi dynamic support, yang berarti berpotensi menjadi area penahan apabila terjadi koreksi harga.
"Perubahan posisi Moving Average ini menunjukkan momentum beli mulai mendominasi dibandingkan tekanan jual yang sebelumnya menguasai pasar," kata dia.
Selain itu, indikator Stochastic juga memberikan konfirmasi tambahan terhadap peluang kenaikan. Setelah sempat berada di area oversold atau jenuh jual, indikator tersebut kini berbalik naik dan membentuk pola bullish crossover. Kondisi ini umumnya menjadi sinyal momentum beli mulai meningkat dan berpotensi mendorong harga bergerak lebih tinggi dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya.
Tidak hanya didukung oleh analisis teknikal, prospek penguatan emas juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor fundamental. Salah satu sentimen utama berasal dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven ketika pasar kembali dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global maupun risiko geopolitik.
Dalam situasi seperti itu, investor umumnya memilih mengalihkan sebagian portofolionya ke aset yang dinilai lebih aman, termasuk emas. Meningkatnya permintaan tersebut dapat memberikan dorongan tambahan bagi harga logam mulia di pasar internasional.
Arah pergerakan dolar AS menjadi perhatian utama
Apabila dolar AS mengalami pelemahan, harga emas biasanya memperoleh ruang untuk menguat. Kondisi tersebut dapat terjadi apabila pelaku pasar mulai memperkirakan Federal Reserve akan mengambil kebijakan moneter yang lebih akomodatif, termasuk membuka peluang penurunan suku bunga dalam beberapa waktu mendatang.
Di sisi lain, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga berpotensi meningkatkan daya tarik emas. Ketika yield obligasi melemah, biaya peluang untuk memiliki emas menjadi lebih rendah sehingga minat investor terhadap logam mulia cenderung meningkat.
Meski demikian, investor tetap disarankan mencermati berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, serta aktivitas sektor manufaktur dan jasa. Data-data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve dan berdampak langsung pada pergerakan dolar AS maupun harga emas.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas hari ini masih cenderung positif. Selama harga mampu bertahan di atas area support USD4.025, peluang kenaikan menuju resistance USD4.115 masih terbuka. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume yang kuat, maka penguatan diperkirakan dapat berlanjut hingga area USD4.168.
"Kombinasi sinyal teknikal yang semakin menguat serta potensi dukungan dari sentimen fundamental menjadikan skenario bullish sebagai proyeksi utama untuk pergerakan emas dalam jangka pendek," ungkap dia.