Ketua DKPP Heddy Lugito. Dokumentasi/ Istimewa
DKPP Sebut Tak Semua Informasi Perkara Bisa Dibuka ke Publik
Silvana Febiari • 2 July 2026 13:57
Jakarta: Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengakui tidak seluruh informasi terkait penanganan perkara etik dapat dibuka ke publik. Ketua DKPP Heddy Lugito mengatakan pihaknya memiliki kewajiban menjaga kode etik dalam setiap proses pemeriksaan sebelum perkara disidangkan.
"Karena memang ada kode etik yang harus kita lindungi, ada kode etik yang harus kita taati sehingga kita tidak bisa membuka seluruhnya cerita-cerita yang sebelum kita sidangkan," kata Heddy dalam Rapat Fasilitasi Pemberitaan DKPP Melalui Kemitraan Strategis Humas dan Media Massa di Bogor, Rabu, 1 Juli 2026.
Meski demikian, Heddy menegaskan media memiliki peran penting dalam menyampaikan kerja-kerja DKPP kepada masyarakat. Menurutnya putusan dan kinerja lembaga tidak akan diketahui publik tanpa dukungan pemberitaan dari media.
Baca Juga :
Ia menambahkan DKPP dan media pada dasarnya memiliki tanggung jawab yang sama dalam menegakkan kode etik sesuai bidang masing-masing. Oleh karena itu, ia mengajak media dan DKPP terus memperkuat sinergi agar dapat menjalankan fungsi dan tugas masing-masing secara beriringan.
"Teman-teman wartawan, teman-teman jurnalis bekerja juga dalam rangka menegakkan ketaatan kode etik di masing-masing. Oleh karena itu, mari kita sama-sama membangun sinergi agar antara DKPP dan teman-teman media, teman-teman jurnalis bisa bekerja seiring sejalan menjalankan fungsi dan tugas masing-masing," jelasnya.
Heddy juga mengingatkan pentingnya peran media di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Banyak informasi yang beredar masih sebatas isu atau bahkan hoaks, namun kerap dianggap kebenaran oleh masyarakat karena tersebar di internet.

Ketua DKPP Heddy Lugito bersama jajaran. Dokumentasi/ Istimewa
Ia meminta jurnalis tetap menjalankan prinsip klarifikasi dan verifikasi dalam setiap pemberitaan. Media tidak seharusnya larut dalam pemberitaan yang tidak benar, melainkan menjadi pihak yang menjernihkan informasi bagi publik.
"Teman-teman jurnalis harus bisa melakukan penjernihan informasi terhadap informasi-informasi yang sifatnya tidak benar. Jangan malah larut ke dalam pemberitaan-pemberitaan yang tidak benar," ujar Heddy.