Pengamanan difokuskan pada jalur laut dari Pantai Palo menuju Pantai Wure, Pulau Adonara. Jalur ini menjadi salah satu akses utama bagi umat menuju lokasi ziarah di kapela Desa Wure, Kecamatan Adonara Barat.
Sejak pukul 07.00 Wita, Jumat, 3 April, sebanyak 12 personel Ditpolairud Polda NTT telah disiagakan di lokasi untuk memantau sekaligus mengamankan proses penyeberangan umat.
Dalam pelaksanaannya, petugas juga mengoperasikan dua unit perahu karet yang dilengkapi perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung (life jacket) dan ban pelampung (life buoy). Langkah ini guna memastikan seluruh peziarah dapat menyeberang dengan aman.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, mengatakan pengamanan dilakukan karena jalur tersebut menjadi salah satu titik vital selama rangkaian Semana Santa.
“Personel kami ditempatkan untuk memastikan seluruh peziarah yang menyeberang dari Pantai Palo menuju Wure dapat tiba dengan selamat. Kami juga siap memberikan bantuan kapan pun dibutuhkan,” ujarnya, Jumat, 3 April 2026.
Selain melakukan pengawasan di perairan, petugas turut membantu mengatur proses naik turun penumpang ke perahu motor. Pengaturan ini dilakukan agar kegiatan tetap tertib dan tidak terjadi penumpukan. Polda NTT juga mengingatkan para peziarah dan operator perahu untuk selalu mematuhi standar keselamatan, termasuk penggunaan pelampung selama perjalanan.

Sejumlah peziarah tiba di pelabuhan Penyebaran di Larantuka. ANTARA/Mega Tokan
“Kami mengimbau agar seluruh peziarah mengikuti arahan petugas dan memperhatikan faktor keselamatan. Keselamatan umat menjadi prioritas utama dalam pengamanan Semana Santa tahun ini,” tambahnya.
Penyeberangan Pantai Palo–Wure merupakan bagian penting dalam tradisi Semana Santa di Flores Timur. Jalur ini menjadi akses yang digunakan umat untuk menuju lokasi ziarah di wilayah Adonara.