Presiden Tiongkok Xi Jinping berbicara saat makan malam bersama Presiden Donald Trump. Foto: The New York Times
Lima Poin Penting dari Pertemuan Trump-Xi di Washington
Muhammad Reyhansyah • 25 September 2026 09:08
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut Presiden Tiongkok Xi Jinping di Gedung Putih pada Kamis, 24 September 2026.
Pertemuan tersebut menyoroti perdagangan, kecerdasan buatan (AI), hingga persaingan strategis antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia.
1. Gencatan Dagang Diperpanjang, untuk Sementara
AS berhasil memperpanjang gencatan dagang dengan Tiongkok, tetapi hanya untuk jangka waktu terbatas.Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, kedua negara sepakat memperpanjang selama dua bulan kesepakatan perdagangan yang sebelumnya mengakhiri perang dagang dan akan berakhir pada November.
Perpanjangan tersebut memberikan waktu tambahan bagi Washington dan Beijing untuk melanjutkan pembahasan mengenai hubungan ekonomi.
Namun, sejumlah persoalan utama belum terselesaikan, termasuk tarif, pembelian produk Tiongkok oleh AS, pasokan mineral tanah jarang, dan pembatasan teknologi.
Bessent mengatakan pada Rabu bahwa Beijing telah memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan sebelumnya untuk membeli 25 juta ton kedelai. Namun, Tiongkok masih tertinggal dari komitmen membeli produk pertanian AS lainnya senilai USD17 miliar.
Pejabat AS juga mengatakan pengiriman mineral tanah jarang dari Tiongkok masih berada di bawah target.
Bagi perusahaan, perpanjangan tersebut berarti tarif tetap lebih rendah untuk sementara, tetapi kebijakan perdagangan kedua negara masih dapat berubah seiring berlangsungnya negosiasi.
2. Seremoni Besar Jadi Sorotan
Kunjungan Xi ke Gedung Putih juga menjadi kesempatan bagi Trump untuk menunjukkan Washington yang tengah dibentuk sesuai visinya.Setelah Xi menyambut Trump di Beijing dengan kunjungan ke kuil era Dinasti Ming dan taman yang jarang dibuka untuk warga asing, Trump membalasnya dengan seremoni besar di Washington.
Pasukan dengan wig dan topi tricorne berbaris sambil memainkan musik di Rose Garden yang telah didesain ulang menyerupai lapangan golf milik Trump.
Pesawat tempur dan pembom juga melintas di udara selama rangkaian seremoni pada Rabu dan Kamis. Salah satu penerbangan bahkan terdengar sangat keras hingga membuat Trump terkejut.
Ketika awak pers Gedung Putih dipanggil untuk meliput kedua pemimpin, mereka tidak mendengar pembahasan mendalam mengenai urusan negara. Sebaliknya, Trump dan Xi terlihat meninjau helikopter Marine One dan South Lawn Gedung Putih yang baru didesain ulang, lengkap dengan helipad besar bergambar lambang kepresidenan.
Saat ditanya mengenai pembicaraan kebijakan dengan Xi, Trump menjawab singkat.
“Dia menyukai granit yang bagus,” kata Trump mengenai Xi. “Pertemuan yang hebat.”
3. Xi Minta AS Bersikap “Bijaksana” soal Taiwan
Seperti yang diperkirakan, Xi mengangkat persoalan Taiwan dalam pembicaraannya dengan Trump.Menurut kantor berita resmi Tiongkok, Xi mengatakan Beijing berharap AS menangani persoalan Taiwan dengan “bijaksana”.
Layanan berbahasa Inggris kantor berita tersebut juga melaporkan bahwa Xi berharap AS menentang kemerdekaan Taiwan.
Pernyataan tersebut lebih tegas dibanding formulasi lama Washington yang menyatakan AS tidak “mendukung” kemerdekaan Taiwan.
Belum ada tanda bahwa pemerintahan Trump berencana mengubah formulasi tersebut. Gedung Putih juga belum segera menerbitkan keterangan mengenai pembahasan Taiwan dalam pertemuan tersebut.
Selama ini, pejabat AS menghindari pernyataan eksplisit yang menentang kemerdekaan Taiwan. Perubahan sikap tersebut dapat memunculkan pertanyaan mengenai komitmen Washington untuk mempertahankan Taiwan dan berpotensi memicu penolakan di Kongres.
4. Risiko Persaingan Strategis Tetap Ada
Xi kembali mengutip istilah “Perangkap Thucydides”, teori akademis yang menggambarkan kecenderungan persaingan antara kekuatan yang sedang bangkit dan kekuatan yang telah mapan berkembang menjadi perang.Meski Xi mengatakan risiko tersebut “dapat diatasi”, pernyataannya menunjukkan bahwa potensi konflik militer antara AS dan Tiongkok masih membayangi hubungan kedua negara.
Xi mengatakan kedua negara memiliki keuntungan dari kerja sama dan akan mengalami kerugian jika terjadi konfrontasi. Ia juga menyerukan dialog militer secara rutin serta mekanisme pencegahan krisis yang lebih kuat.
Trump, di sisi lain, menyoroti sejarah bersama kedua negara sebagai dasar untuk membangun kerja sama. Menurut Trump, AS dan Tiongkok dapat mencapai banyak hal dengan mengejar kepentingan bersama, termasuk dengan mengingat aliansi kedua negara saat berperang melawan Jepang.
5. Trump dan Xi Berbeda Pandangan soal AI
Trump dan Xi menunjukkan perbedaan pandangan mengenai bagaimana kecerdasan buatan seharusnya dikembangkan dan dikelola.Trump, yang menyebut AI sebagai “super intelligence” atau SI, mengatakan melalui media sosial bahwa ia ingin mempertahankan kondisi saat ini dan mengandalkan Departemen Kehakiman AS tanpa menerapkan pembatasan baru.
Trump juga mengatakan, Tiongkok memiliki posisi yang sama. Namun, Xi mengatakan pada Kamis bahwa sebagai dua negara terkemuka dalam pengembangan AI, AS dan Tiongkok harus mengelola pertumbuhan teknologi tersebut.
“Kita memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengelola AI demi kebaikan, serta memastikan bahwa pengembangan AI selalu berada di bawah kendali manusia dan melayani kesejahteraan masyarakat,” kata Xi.
Sejumlah tokoh besar industri AI dijadwalkan menghadiri jamuan kenegaraan Trump untuk Xi di Gedung Putih pada Kamis, termasuk CEO Alphabet Sundar Pichai, CEO OpenAI Sam Altman, dan CEO Nvidia Jensen Huang.